Lebih Dari Lima Puluh Ribu Orang Rasakan Manfaat USAID PRIORITAS

0
87
Wakil Bupati Semarang bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Semarang, Koordinator USAID PRIORITAS Jateng sedang asyik menerbangkan pesawat pada saat demonstrasi siswa dalam acara penutupan program USAID PRIORITAS.

Ungaran, Harian Pemalang  – USAID PRIORITAS Jawa Tengah dinilai berhasil dalam menyebarkan praktik yang baik di Jawa Tengah. Keberhasilan ini dilihat dari banyaknya praktik baik yang telah diadopsi dan diadaptasi serta berkembang di sekolah dan lembaga mitra serta non mitra dampingan USAID PRIORITAS.

“Dalam 3 tahun terakhir, dari 167 sekolah mitra di 7 kabupaten mitra, baik SD/MI dan SMP/MTs berkembang menjadi lebih dari 7.490 lembaga yang mengadaptasi dan mengadopsi modul pelatihan dari PRIORITAS serta melatih 54.440 orang. Mereka menggunakan dana mandiri atau APBD/BOS untuk mendiseminasikan program dengan pola sharing dengan USAID PRIORITAS. Tercatat lebih Dari 21 milyar dana gabungan dari USAID PRIORITAS dan Mitra. Di 15 Kabupaten  Mitra Jateng, hanya kurang sekitar 20% sekolah yang belum mendapatkan pelatihan dari program, ” kata direktur USAID PRIORITAS Stuart Weston di acara Penutupan Program USAID PRIORITAS Jawa Tengah di Ungaran, Selasa (9/5).

Stuart menjelaskan bahwa sekolah-madrasah yang telah dilatih mengalami perubahan signifikan. Sekolah madrasah  telah menggunakan  pembelajaran aktif dan kontekstual, manajemen sekolah mereka telah berbasis pada transparansi, akuntabel, dan partisipatif, partisipasi orangtua dalam mendukung sekolah tidak hanya secara fisik dan tapi non fisik secara penuh dan konsisten, dan budaya baca serta literasi telah berkembang dengan optimal.

“Selama di dampingi dari tahun 2012, budaya baca sekolah meningkat dari 34 persen menjadi 100 persen. Siswa juga terlihat aktif dalam pembelajaran, guru juga telah meninggalkan pembelajaran kontekstual. Bahkan tadi di sebutkan di Sumowono ada siswa bernama Risma Setyani yang mampu membaca 100 judul buku dalam 5 bulan. Ini dibuktikan dengan resume dari buku kendali baca.  Banyak anak di sekolah mitra yang telah mampu melakukan hal tersebut,” terang Stuart membacakan basil monitoring  program di Jawa Tengah.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugroho memberikan apresiasi pada program USAID PRIORITAS. Selama didampingi banyak program yang telah dikembangkan. Contohnya di Dinas dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan, program penataan dan pemerataan guru, literasi yang sudah ada produk hukumnya dan di sekolah mitra dan terdampak. Dampaknya juga terlihat dari iklim Pendidikan di Semarang yang lebih kondusif selama di dampingi.

“Dampak-dampak yang baik dari Program jangan sampai berhenti. Dinas pendidikan dan lembaga yang telah mendapatkan pelatihan harus bekerja lebih keras agar apa yang telah dicapai bisa dipertahankan dan dikembangkan lebih baik lagi,” dukung Wabup.

Selain itu, Kepala BP3MK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sulistyo menyampaikan dukungannya terhadap program. Beliau menyampaikan empat hal titipan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng. Pertama, sekolah yang dilatih pasti memiliki keunggulan daripada sekolah lain. Apalagi program dibangun berdasarkan gugus dan kelompok kerja. Keunggulan-keunggulan yang baik ini harus disebarluaskan pada sekolah lain. Kedua, Inovasi dan kreativitas mengemas pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual sudah terbentuk. Karena itu, perlu dibuat inovasi untuk menghilangkan image khususnya pada pembelajaran yang jadi momok dan menakutkan.

“Ke tiga, partisipasi dan kepercayaan masyarakat yang sudah tinggi harus terus digali untuk lebih mengembangkan sekolah basik fisik maupun nonfisik agar lebih berkualitas. Dan terakhir jadilah sekolah yang efektif dalam pengelolaannya. Dengan pola manajemen berbasis sekolah dari USAID PRIORITAS yang sudah didapatkan hal ini akan mudah dilakukan,” pesan Kadinas melalui Sulistyo.

Program USAID PRIORITAS merupakan program 5 tahun kerjasama pemerintah Amerika dan Indonesia. Di Jawa Tengah mitra dari USAID PRIORITAS meliputi 15 kabupaten yaitu Semarang, Sragen, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Boyolali, Purworejo, Batang, Pekalongan, Kudus, Demak, Jepara, Blora, Karanganyar, dan Grobogan. Fokus program pada peningkatan akses dan relevansi pendidikan khususnya pada peningkatan pembelajaran, manajemen sekolah dan daerah serta koordinasi antar institusi pendidikan.

USAID PRIORITAS juga berfokus pada pengembangan budaya baca dan literasi. USAID PRIORITAS di Jawa Tengah telah memberikan suplemen buku untuk pengembangan budaya baca sejumlah 25.350 buku untuk 113 sekolah mitra SD/MI, 56 sekolah SMP/MTs, dan 30 sekolah mitra LPTK. Masing-masing sekolah menerima 150 eksemplar. Pada tahun 2016, USAID PRIORITAS kembali menghibahkan 1.395.000 buku bacaan berjenjang kepada 2.325 sekolah dengan perincian 2.182 sekolah non mitra di 15 kabupaten, 113 sekolah mitra,dan 30 sekolah mitra LPTK. Tujuan utama hibah buku beserta pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + 16 =