Akhirnya Korban Kecelakaan Gundukan Maut Menghembuskan Nafas Terakhir

0
483

Pemalang, Harian Pemalang –
Korban kecelakaan akibat gundukan tanah di jalan raya Randudongkal – Moga di desa Mejagong dalam proyek pemasangan pipa PDAM yang dilaksanakan oleh PT. Karya Prima Mandiri akhirnya meninggal dunia. Syaefudin Zuhri alias Kobot Cae menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 09.55 wib di ICU RSUP dr Margono Soekarjo, Purwokerto.

Korban mengalami koma setelah terjadi kecelakaan, minggu (30/4) sekitar pukul 00.30 wib setelah melakukan acara sosial di daerah Moga.

Menurut penuturan Hengky Kurniawan ketua SIP Scooter Pemalang, menceritakan Setelah berkegiatan di daerah Moga, Sabtu (29/4), 4 (empat) anggota scooter Pemalang melakukan perjalanan pulang ke Pemalang dengan mengendarai 3 motor scooter.

Sesampainya di daerah Mejagong sekitar pukul 00.30 Wib (Minggu) scooter pertama menabrak gundukan tanah bekas galian pipa PDAM yang minim rambu-rambu, kemudian scooter kedua yang dikendarai oleh Saefudin menghindari gundukan tanah dan scooter didepannya yang jatuh, dengan membanting stirt ke kanan sehingga jatuh ke aspal. Naas bagi Saefudin, kecelakaan itu menyebabkan dirinya langsung tidak sadarkan diri. Sedangkan 2 korban yang lain hanya luka ringan dan dirawat jalan.

Sebagai rasa solidaritas yang tinggi berbagai komunitas yang ada di Pemalang mengadakan kegiatan penggalangan dana dengan berbagai acara baik musik, tatto, maupun acara lainnya yang bertujuan meringankan beban keluarga Syaefudin Zuhri.

Akan tetapi pihak PT. Karya Prima Mandiri dalam hal ini pimpinan lapangan Hartoyo setelah bermediasi di kantor PDAM Tirta Mulia Pemalang belum memberikan respon yang positif. Baik menjenguk korban maupun silaturahmi ke keluarga korban.

Syaefudin Zuhri dimakamkan di TPU Kesambi Duwur Pelita Kelurahan Pelutan, meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 8 =