Janji Palsu Pengangkatan PNS, Berakhir Di Kepolisian

0
532

Pemalang, Harian Pemalang  – Penipuan pengangkatan PNS yang menimpa korban Edi Kurniawan oleh oknum PNS di Dinas PU Pemalang terus berlanjut. Setelah dilaporkan ke Polres Pemalang beberapa, kini kedua belah pihak menjalani pemeriksaan dan penyidikan di ruang Kanit Idik II Polres Pemalang, Jumat (09/06).

Baca juga :

Oknum PNS Akan Dilaporkan Polisi Karena Janji Palsu Diangkat PNS

Dalam penyidikan, Edi (korban) mengaku didepan penyidik bahwa SM (terlapor) tidak hanya mengetahui akan tetapi menerima dan menghitung uang sambil menjanjikan untuk bisa menjadi PNS.

“Jangan khawatir, uang itu tidak akan hilang, apabila kamu tidak diterima PNS uangnya akan kembali,” ujar SM seperti dikutip oleh pengacara korban, Soni Satryan dari LBH Linduaji   Pekalongan.

Menurut Soni, kasus yang ditanganinya tersebut benar-benar penipuan. Perihal saat itu yang menandatangani bukti penerimaan uang adalah istrinya yang saat ini sudah meninggal, dalam konteks tersebut hanya kebetulan saja. Hal itu tidak bisa memisahkan dan tidak hanya berdasarkan kwitansi, tetapi yang namanya suatu perbuatan pidana sudah jelas ada yang turut/ ikut serta dan itu jelas-jelas diketahui juga oleh SM.

Lebih lanjut Soni menjelaskan bahwa bersama timnya mereka akan menempuh langkah selanjutnya yaitu berkoordinasi dengan JPU yang ada.

“Intinya uang yang sudah keluar itu harus kembali, konsekusensinya akan dilanjutkan perkara ini sampai pelaku diproses dan mendapatkan hukumannya,” jelas Soni.

Lebih lanjut disampaikan, Jikalaupun harus kehilangan uang, sejauh itu tidak menjadi masalah, karena klien (Edi-red) sudah sepuluh tahun menunggu penyelesaian dari pelaku dan sepertinya tidak ada itikad baik dari SM untuk menyelesaikannya.

Sementara dari pihak pelaku melalui kuasa hukumnya Imam S meminta waktu seminggu lagi untuk disukusi terkait jumlah uang berapa yang diterima bersama istrinya yang harus dikembalikan kepada Edi.

“Klien kami prinsipnya uang tersebut harus dikembalikan penuh sesuai uang yang diserahkan pada waktu itu dan berkwitansi yaitu Rp. 65 juta. Waktunya juga harus di bulan Juni, karena si SM sendiri pernah membuat pernyataan bahwa ia akan mengembalikan  di bulan Juni,” pungkas Soni.(Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × one =