Pesantren Sebagai Pondasi Bangsa Dengan Pendidikan Yang Merakyat

0
62

OPINI MAHASISWA 

Oleh : Taufik Akbar Rosyidi
(Departemen Jaringan Komisariat Sekolah dan Pesantren, PC IPNU Kab. Pemalang)

Pemalang,Harian Pemalang –  Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berpartisipasi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejak awal, pesantren merupakan pusat pendidikan keagamaan yang diadakan disuatu daerah tertentu dan dipimpin oleh seorang kiai.

Dari segi bahasa, kata pesantren dan kiai yang berasal dari bahasa sansekerta, santri artinya pelajar, tempatnya disebut pesantren. Karena ciri pesantren ditandai dengan adanya sosok kiai, kualitas dan popularitas kiai sangat menentukan terhadap kualitas dan popularitas pesantrennya.

Tidak hanya sosok figure kiai yang menjadikan eksistensi Pesantren di tengah masyarakat, tetapi lembaga pendidikan pesantren memiliki ciri khas tersendiri yang masih bertahan sampai hari ini, pembelajaran di Pesantren diajarkan oleh para kiai dengan cakrawala Islam yang luas, saat ini tidak hanya kitab-kitab klasik tetapi berbagai rujukan kitab diajarkan dan diolah menjadi asupan yang menjadikan santri untuk belajar menghargai perbedaan.

Pesantren akan tetap konsisten menanamkan akhlak kepada para santri sehingga kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang luhur. Para santrinya diajarkan berkomitmen dan mempunyai loyalitas kepada negara, mencintai tanah air yang dipahami sebagai bagian dari iman (hubbul wathon minal iman) dengan out-put tertuju pada tiga komitmen persaudaraan, yaitu Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan bangsa) dan Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah (persaudaraan sesama kemanusiaan).

Dalam perspektif sejarah,  lembaga pendidikan  terutama berbasis di pedesaan ini telah mengalami perjalanan sejarah  panjang sejak sekitar abad ke 18. Seiring dengan perjalanan waktu pesantren sedikit demi sedikit maju tumbuh dan berkembang sejalan dengan proses pembangunan serta dinamika masyarakatnya. Ini menunjukkan bahwa ada upaya-upaya yang dilakukan pesantren untuk mendinamisir diri sejalan dengan tuntutan dan perubahan yang ada di masyarakat. Kenyataan ini juga menunjukkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai kekuatan dan secara sosiologis menunjukkan bahwa keberadaan pesantren masih memiliki fungsi nyata yang dibutuhkan masyarakat. Gerakan kultural yang biasanya dilakukan oleh pesantren telah mampu mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang seimbang antara pengetahuan sosial dan agamanya.

Apapun perbincangan seputar dinamika pesantren memang harus diakui mempunyai dampak  besar, contoh seperti halnya tuntutan teknologi pesantrenpun tak ketinggalan zaman untuk selalu mengimbangi persoalan terkait dengan pendidikan ataupun sistem didalamnya. Selama tiap unsur pesantren bisa menyikapi dan merespon secara baik, merupakan sebuah bukti konkrit di dalam pesantren itu sendiri mengalami perkembangan dan pertumbuhan.(Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − eleven =