Agenda Ustaz Felix Siauw di Unissula Ditolak Tegas

0
148

Semarang, Harian Pemalang  — Sebagai ibukota Jawa Tengah, Kota Semarang menjadi tempat empuk bagi aktivis-aktivis HTI dalam menanam benih dan menyebar doktrin mereka. Hal itu juga mudah jika disebar di kampus-kampus dengan kedok kegiatan “islami” meski di dalamnya doktrinisasi faham khilafah yang jelas-jelas anti NKRI. Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bukanlah pertama kali ini kesusupan paham anti-NKRI dan Pancasila.

Harakatuna, mencatat  bahwa  Felix Siauw pada tahun 2014 pernah menjadi narasumber dalam acara “Hijrah Menuju Ridha Allah” yang disiarkan langsung oleh UNISSULA TV. Dalam konsep hijrah perspektif HTI, maka masyarakat Indonesia utamanya hijrah dari memuja demokrasi kepada sistem Khilafah Islamiyah.

Meski sudah dibubarkan oleh pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih terus beraktivitas menyampaikan propaganda di berbagai wilayah melalui forum yang dikemas dalam bentuk pengajian atau dakwah.

Seperti famplet  yang sudah tersebar, di Kota Semarang Jawa Tengah, tokoh HTI Felix Y Siauw direncanakan akan mengisi acara pada Minggu 9 Juli 2017 di Masjid At-Taufiq Jl Durian Raya 34 Srondol Wetan Banyumanik Semarang dan di kampus Unissula pada Senin 10 Juli 2017.

Proyek politik berupa khilafah Islam yang dicita-citakan HTI menjadi materi utama dalam setiap forumnya. Karena itu, meski tema acaranya pengajian atau dakwah, isi forum yang sesungguhnya tidak lebih dari propaganda memecah belah anak bangsa dan upaya merubah dasar negara serta membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Propaganda yang dilakukan HTI jelas bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan ajaran Islam. Dalam Islam, mencintai tanah air bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Sedangkan proyek khilafah, menuduh sesat dan kafir pada NKRI bagian dari sikap membenci tanah air sendiri dan mengancam kedaulatan bangsa Indonesia.

Di samping itu pula, sosok Hasan Toha Putra adalah simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia. Pengusaha percetakan Al-Qur’an, H. Hasan Toha Putra pernah menyatakan Indonesia bisa makmur dengan syariah. “Hanya dengan syariah Islamlah Indonesia akan makmur,” ungkap Dirut perusahaan percetakan Al-Qur’an PT. Karya Toha Putra tersebut, Ahad (16/8) di Aula kantor Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Tengah.

Merespon hal itu, Garda Nasionalis Patriot Indonesia (Ganaspati) menolak tegas kedatangan ustaz anti-NKRI di Unissula tersebut. Tertanggal 5 Juli 2017, Ganaspati telah melayangkan surat penolakan tersebut kepada Polrestabes Semarang.

Sementara itu, Ahmad Ali Zainul Sovan aktivis Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah juga tegas menolak segala bentuk kegiatan yang menjurus pada pengkhianatan pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

“Dari dulu sudah jelas bahwa Felix Siauw kader militan HTI. Sedangkan isi ceramah, tulisan dan status Felix di sosmed juga jelas menentang Pancasila dan mendukung khilafah. Maka sudah pantas ditolak kehadiran Felix Siauw dan segala bentuk kegiatan yang khianat pada NKRI,” ujar dia.

Penolakan ini memberikan sinyal bahwa setelah dibubarkannya HTI, mengapa kampus yang menjadi tempat memberikan nilai-nilai toleransi dan menanamkan sikap nasionalisme justru diberikan tempat oleh pihak kampus. Maka kehadiran Felix Siauw yang jelas-jelas aktivis organisasi terlarang di NKRI dan tidak sesuai dengan ahlussunnah waljamaah telah diberikan ruang oleh kampus tersebut. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + eight =