TMMD Bukti Meleburnya TNI Dengan Rakyat

0
89

Banyumas, Harian Pemalang – Bagi masyarakat, istilah “ABRI Masuk Desa” bukanlah hal yang baru, dalam perkembangan muncul “Tentara Manunggal Membangun Desa” juga bukanlah hal asing yang diteliga masyarakat Indonesia.

Sebelum TMMD ataupun Pra TMMD Reguler ke-99 Korem Wijayakusuma yang berada di Kodim Banyumas yang dipusatkan di desa Rempoah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas sudah ramai sambutan masyarakat. Setelah kentongan dipukul oleh Drs. Heru Sudjatmoko, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka gelaran TMMD Reguler ke 99 Kodim Banyumas di Desa Rempoah, suasana sasaran semakin semarak.

Kalau kita, kilas balik lagi, makna dari TMMD sangatlah kental sebagai leburan manunggalnya tentara dengan rakyat. Seperti yang kita ketahui bahwa Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada awalnya dikenal dengan ABRI Masuk Desa (AMD) merupakan program kerjasama lintas sektoral antara TNI, Kementerian/ Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Pemerintah Daerah, serta Komponen Bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah-daerah tertinggal, terisolasi, daerah pinggiran dan terbelakang. TMMD sebagai salah satu wujud Operasi Bakti TNI yang sinergis, terintegrasi dan sangat  terorganisir, memiliki maksud, tujuan dan manfaatnya yang jelas, baik bagi kepentingan TNI, Masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Pada saat masih dinamakan AMD, penyelenggaraan didasarkan pada Amanat Presiden Soeharto tanggal 5 Oktober 1978, yang secara garis besar mengajak segenap warga ABRI untuk meresapkan dan menghayati kembali Kemanunggalan ABRI dengan Rakyat. Kemanunggalan tersebut pernah terwujud dalam sejarah pembentukan bangsa Indonesia. Pada masa tersebut ABRI (sekarang TNI) berusaha menduduki posisi sentral dalam pembangunan desa dengan melancarkan program ABRI Masuk Desa (AMD) Tujuan program ini adalah untuk mendorong pembangunan khususnya di daerah- daerah terpencil/ pinggiran dan untuk mempertahankan posisi sentral ABRI serta untuk mendapatkan dukungan rakyat terhadap militer.

Seiring perkembangan waktu dengan adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI pada tanggal 1 April 1999, ABRI Masuk Desa (AMD) berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Perubahan ini ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya, selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional. Program TMMD tersebut ternyata berhasil mencapai sasaran yang diprogramkan, baik sasaran fisik maupun sasaran lainnya, keberhasilan tersebut bahkan mengilhami lahirnya program-program manunggal lainnya seperti TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes, TNI Manunggal Sosial Sejahtera, TNI Manunggal Sembako dan TNI Manunggal Reboisasi yang pernah dilaksanakan oleh TNI

Mari kembali lagi ke gelaran TMMD Reguler ke 99 Kodim Banyumas di Desa Rempoah, Memasuki hari ke-7 pelaksanaan TMMD Reguler ke-99 Kodim 0701/Banyumas, di Desa Rempoah, hasil kerja nyata antara Satgas TMMD dan warga masyarakat desa sasaran sudah cukup diginifikan.

Mengangkat tema “Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kita percepat pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”.

Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf. Erwin Ekagita Yuana SIP berharap, semangat tetap dijaga guna menyelesikan semua proyek fisik yang sudah diprogramkan.

Orang nomor satu di jajaran Kodim Banyumas itu juga menekankan, peran serta seluruh komponen masyarakat, khususnya warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi TMMD untuk terus ditingkatkan. Saling bekerja sama dan bergotong royong, agar berbagai sasaran fisik TMMD yang telah ditentukan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik.

Pada bagian lain Dandim Erwin juga mengingatkan kepada para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD, yang sejak upacara pembukan mereka tinggal di rumah penduduk setempat, meluruh dengan segala sesuatunya yang ada di desa sasaran.

“Prajurit TNI diwajibkan untuk tinggal di rumah-rumah penduduk, makan bersama-sama keluarga yang ditempati, ikut membantu memasak, memperbaiki rumah warga yang bocor, beribadah bersama, berdiskusi mencari solusi dan bahkan bincang-bincang dan bercanda bersama,” jelas Dandim Erwin.

Tentunya pesan Dandim 0701/Banyumas harus diperhatikan, dicermati dan laksanakan oleh semua prajurit, agar leburan manunggalnya TNI dengan rakyat bukan hanya jargon dimulut saja.

Leburan ini akan memberi dampak positif bagi semua komponen bangsa baik  pihak TNI maupun rakyat. Gotong royong sebagai tulang punggung pembangunan di desa sampai membangun negara kesatuan Republik Indonesia ini harus selalu dihidupkan dan di uri-uri. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 3 =