Hari Ke-3 Aksi Mogok Bus 3/4 Jurusan Randudongkal

6
1545
Pemalang, Harian Pemalang  – Hari ini Rabu (19/7) merupakan hari ke tiga  Aksi Mogok bus jurusan Pemalang – Randudongkal. Kondisi saat ini sekitar pukul 10.30 wib calon penumpang terlihat sepi diperlintasan jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Stadion  Mochtar, Sirandu. Terlihat hanya satu buah truck milik Sat Pol PP Kabupaten Pemalang yang menyisir calon penumpang dengan jurusan ke selatan arah Randudongkal.
Aksi mogok ini, salah satu tuntutannya
agar bus AKAP yang mangkal di terminal Randudongkal untuk dihentikan operasionalnya.
Di hari pertama aksi mogok sebelumnya, Satlantas Polres Pemalang dan Pemda telah menindaklanjuti aksi mogok tersebut dengan menggelar rapat koordinasi dan langsung terjun ke lapangan, Senin sore (17-07-2017) jam 17.00 Wib dengan menemui kru bus baik kru bus 3/4 yang menggelar aksi mogok dan juga kru bus AKAP yang ada di wilayah Randudongkal.
Kasat lantas Polres Pemalang AKP Rismanto, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kab Pemalang serta Satpol PP secara bersama-sama mulai hari ini Senin kemarin menyiagakan personil di terminal Randudongkal setiap hari untuk melarang bus AKAP mangkal di terminal Randudongkal.
“Sampai ada kesepakatan antara bus 3/4 dan bus AKAP yang akan difasilitasi Dinas Perhubungan dalam mencari kesepakatan bersama ” jelas Kasat lantas.
Untuk mengantisipasi terlantarnya penumpang atau masyarakat, anak anak sekolah, yang beraktifitas menggunakan bus, menurut AKP Riswanto, Polres Pemalang menyiagakan mobil dinas baik truk dalmas bus dinas maupun kendaran dinas lainya serta dibantu mobil dinas milik jajaran pemda kab Pemalang.
Kapolsek Randudongkal AKP I Ketut Mara, S.H. melalui Kanit Lantas, Ipda Haru Ratnoto, S.H. dalam menghimbau kepada masyarakat yang akan berangkat kerja dan anak anak sekolah untuk menunggu bus, truk maupun mobil dinas milik Polri, Pemda yang disediakan gratis.
“Selain itu ada pula mobil pribadi masyarakat yang juga sudah kami himbau untuk membantu utamanya anak-anak sekolah agar mau memberikan tumpangan kepada mereka,” jelas Haru Ratnoto. (Red.HP)

6 KOMENTAR

  1. Om supir pada gk punya ank yg sekolah ya….kasihan kan mereka klu sampai gak sekolah coba deh bicarakan baek baek ma awak bus AKAP pasti ketemu solusinya tanpa harus mogok narik

  2. Coba klo bis 3/4 tarif nya stabil pasti saya suka se x naik bis tp tarif nya paling mahal sedunia masa Pemalang bolang 10rb coba bayangin klo mo mogok mogok aja sampe mampus

  3. Sebenernya yg dikeluhkan itu gimana ya? Toh nyatanya AKAP beroperasi di malam hari yg notabene Bus 3/4 sudah tidak beroperasi.
    Hampir semua masyarakat menginginkan adanya Bus AKAP di Terminal Randudongkal, sehingga pemanfaatan fasilitas di Terminal Randudongkal yg sudah lama tidak di manfaatkan dapat di manfaatkan secara maksimal. Selain itu, dengan adanya Bus AKAP di Terminal Randudongkal bisa menjadi ladang rejeki untuk para pedagang yg mulai ramai berjualan di sekitar Terminal. Kejelasan tarif Bus 3/4 juga butuh perhatian khusus, karena banyak sekali yg mengeluhkan tarif bus 3/4 sangat mahal karena tarif bus 3/4 siang dan malam hari berbeda. Semoga antara Bus AKAP dan PO Bus 3/4 dapat mencapai kesepakatan yg tidak merugikan beberapa pihak, terutama masyarakat pengguna transportasi umum tersebut.

  4. betul sekali…
    di pasar petarukan, Banjar dawa dan sekitar daerah Utara yg notabene Deket terminal Pemalang aja ada agen bus AKAP, sementara di wilayah selatan malah di permasalahan, kan aneh…

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − one =