Bus ¾ Pemalang Tingkatkan Pelayanan, atau Bubar Jika Tak Mau Berbenah

9
3097

Opini Mahasiswa 

Oleh : Lutfi Aminuddin
Mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Keguruan UNS.
Ketua Divisi Reseach Skandinavian Corner Club Surakarta.

Pemalang, Harian Pemalang – Beberapa hari lalu bus ¾ Jurusan Pemalang-Randudongkal melakukan demonstrasi yang di mulai sejak 15 Juli 2017 dengan tuntutan untuk membubarkan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang mangkal di terminal Randudongkal.

 

Demonstrasi yang dilakukan oleh para supir bus ¾ itu mengakibatkan banyak penumpang di telantarkan di jalan, lantaran para pendemo memutuskan untuk mogok narik penumpang.

Berita tentang demonstrasi-nya para supir bus ¾ yang viral di group facebook Pusat Berita Pemalang ini banyak yang di tanggapi sinis oleh para netizen, bukanya kegiatan demonstrasi tersebut di apresiasi malah banyak yang mencaci maki.

Tanggapan sinis itu datang dari akun facebook bernama Imam Imam yang berkomentar “ Stuju hapus bae bis, 3/4 dong blk jam putunan sing pmalang ongkose go skarepe dwk”, ada lagi akun berkomen sinis serupa bernama Ade Rambu Basawe Laziale “ Setuju….rongsokna bae bus 3/4 , tarife sepenak wudele dewek….dong bs aja mung 3 ndina,,,seteruse bae…” dan masih banyak komentar sinis lainya.

Beberapa para Netizen bahkan malah mendukung bus AKAP beroprasi di Pemalang seperti pada komentar Netizen dengan akun bernama Handoko Aji “Sekarang aq klo pulang dari jkta mndingan naik sinar turun d lenggerong..dari pda d terminal ngeteme suwe kdang lo mau keterminal d oper d sirandu..dadi setres” dan masih banyak yang lainya.

Saya melihat komentar sinis netizen terhadap demonstrasinya supir bus ¾ jurusan Pemalang-Randudongkal ini merupakan buah akumulasi kekecewaan para penumpang bus yang di perlakukan sewena-wena oleh beberapa PO bus.

Para penumpang sering di keluhkan oleh besaran tarif bus ¾ yang tidak jelas, untuk tarif Pemalang-Randudongkal misalnya, para penumpang terkadang di pungut tarif sebesar 20 ribu-sampai 35 ribu untuk orang dewasa setiap PO bus pun berbeda-beda tarifnya, tarif untuk jurusan Pemalang-Randudongkal sejumlah itu jelas tarif yang sangat mahal dimana menurut pengurus (Masyarakat Transportasi Indonesia) menilai bahwa tarif bus tidak boleh lebih mahal dari pembelian ongkos bahan bakar sepeda motor untuk jarang tempuh yang sama.

Selain tarif yang tidak jelas para penumpang juga di keluhkan sering di turunkan di jalan ketika malam hari, penurun penumpang tersebut tak jarang di tengah hutan desa Slarang, penumpang juga sering di bikin jantungan oleh beberapa PO bus ¾ yang mengemudikan bus-nya dengan ugal-ugalan. Tindakan supir bus ini jelas membahayakan penumpang. Bukanya selamat sampai tujuan kecelakaan justru datang menghadang.

Untuk menyelesaikan permasalahan transportasi yang cukup ruwet saya sendiri sebagai pengguna transportasi bus ¾ berharap supaya Dishub Pemalang, Supir Bus ¾, Supir bus AKAP, dan perwakilan penumpang bisa duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang cukup pelik ini.

Dari pihak penumpang sendiri hanya berharap kejelasan Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas yang terjangkau, kenyamanan dalam menumpang, dan Tidak di turunkan di tengah hutan, tuntunan para penumpang ini mutlak untuk di penuhi oleh para supir bus ¾ maupun pemilik busnya, kalau tidak mau masyarakat beralih ke moda transportasi sepeda motor yang lebih hemat, cepat dan aman.

Penumpang lebih memilih bus ¾ di bubarkan jika sebagian PO bus-nya memberlakukan pungutan tarif yang semene-mena dan pelayan yang tidak mengenakan lainya. (Red.HP)

 

9 KOMENTAR

  1. Bubarkan wae wis bus 3/4,, ongkose semena mena, ari nggawa ugal ugalan, rawan copet, panas, pohoke laka kenyamanan sedikitpun..
    Dukung bus AKAP.. dari jakarta langsung mudun ng rddkl, tinggal tlfon kon di jemput…

  2. Bener bgt, saya sampai benci kampung halaman sendiri karena mau kemana-mana susah, mahal, malam dikit nggak ada transportasi, kalo ngga pake motor sendiri.
    Tarif Bis seenaknya, apalagi kalo subuh² pulang dari jakarta ditarik-tarik. Mungkin dipikirnya org pulang dr jakarta duitnya banyak jd seenak udel. Padahal mgkn saja dia abis kuliah, nyari kerja blm dpt². Belum lagi yang supir ugal-ugalan kadang suka balapan kejar²an bahkan sampai berantem gara² rebutan penumpang saya sudah sering mengalami hal tsb deg-degan ngeliat org pd berantem, takut, kesel, kecewa tp ngg bisa berbuat apa² krn kemampuan saya mengemudi memang jelek makanya mau nggak mau milih kendaraan umum.

  3. Saya pernah beberapa waktu pergi ke daerah” terpencil yang memiliki akomodasi sarana transportasi bus 3/4. Di medan misalnya yang kata nya dari segi SDM supirnya lebih gila bawa kendaraan, tapi nyatanya saya mendapatkan perjalanan yang lumayan menyenangkan padahal jarak tempuh itu melewati jalan pegunungan yang tau sendiri lah yah daerah sumatra…
    Saat di perjalanan tiba” saya teringat akan kampung halaman… “Seandainya saja supir dan awak bus di pemalang lebih manusiawi pasti saya bakal sering ketemu orang tua di sana”

    Loh padahal kan mereka manusia juga, tapi tindakan mereka sebagai sesama manusia itu nggak ada toleransi nya blass..

    Saya pernah sampai adu jotos sama kernet bus tapi saya lupa nama busnya…
    Kejadianya saya dari jakarta tiba di term pemalang pukul 15:30 sorean, begitu kaki sebelah kanan baru napak di tanah pemalang tiba” tradisi penyambutan oleh kang beca dan kernet bus langsung menghampiri saya…. Dengan basa basi ala rampok mereka coba merayu saya…. Tapi saya keukeh pengen istirahat dulu nah di situ salah satu kernet bus dengan badan cungkring rambut merah muka item kaki kapalan malah memaki maki saya…. Bla bla bla sebagai wong lanang yang merasa ora salah apa” secara otomatis naluri wonglanang saya keluar dong. Tapi saya masih ajak si mas yg berawakan seperti maling itu berbicara untuk menjelaskan maksud ucapan nya kepada saya tadi, tak di sangka ajakan saya di sambut dengan tantangan duel…. Ya ayuuuhhh bae mas monggoh…. Setelah gebrat gebret duel akhirnya si mas maling itu di tarik paksa sama temen temen seprofesi kenek…. Tak tinggal diam saya langsung mencatat nopol bis tersebut singkat cerita saya sampaikan keluhan saya kepada polisi beserta nopol bus yang tadi…. Tapi nyatanya sampe sekarang nggak ada yg berubah dengan aturan main mereka….

    Yah selain share pengalaman saya juga dalam kesempatan ini ingin menyampaikan kepada pejabat terkait untuk lebih lagi memperhatikan layanan transportasi yang mereka kelola terutama kepada organda tulung di kasih pengarahan yang lebih intesif lagi kepada para awak bus…. Kalo perlu cabut izin operasional jika memang PO bus tidak menggubris.
    Perhatikan kenyamanan, keamanan serta keselamatan kami selaku penumpang.

    Karna satu satunya alasan kami para perantau pulang adalah keluarga!

  4. bubarkan ganti yang lebih menghargai penumpang…saya dari duduk dikelas 1 MTSN Pemalang th.1996 sudah menjadi korban kekurang ajaran bus jurusan 3/4, meskipun tidak semuanya bis seperti itu akan tetapi lebih banyak yang tdk menghargai penumpang. dulu anak sekolah bak sampah ketika mau ikut ke pemalang, pintu dihalalng2i berjalan bertahun2, setelah saya kuliah ikut bis santoso sering diturunkan di jalan tidak sampai ke terminal dan masih banyak kekecewaan saya terhadap bis 3/4 kalo saya kemukakan satu halaman ga muat…

  5. Bus 3/4 harus berbenah diri. Masalah tarif harus ada batas bawah batas atas dan tidak sembarangan main tarif kasihan penumpang yang bawa uang pas pasan. Kalau nggak mau disiplin ya bubar saja,ganti transportasi lain. Atau mungkin ada bus Damri Belik Pemalang,Simpar Pemalang. Purwokerto Pekalongan lewat Pemalang. Bus akap juga lewat Jkt Yogya via Randudongkal. Jkt Solo via Randudongkal. Kan rame. Tol Jkt sampai Semarang jadi tambah ramai. Sila bus 3/4 berbenah diri. Jangan sampai kalah dengan ojeg ounline. Sebenar lain akan ada ojeg ounline. Makanya jangan kalah dengan transportasi lain.

  6. Semoga Kabupaten Pemalang tambah maju dan sukses dengan adanya bus Akap. Dan semoga daerah Simpar Randudongkal Jkt juga ada bus akap. Warga selatan biar cepat maju seperti daerah tetangga Bobotsari Purbalingga.

  7. Saya lebih setuju bus pml-radudongkal dibubarkan saja. Stiap naik bus pasti d dalam sbagian besar ribut masalah nego tarif. Dari jkrt-pmlng aj clas ekonomi cma 80rb…msa trminal ke bantarbolang 20rb.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − 5 =