Kalau Ada Demo Tolak Perppu, Polrestabes Semarang Siap Membubarkan

0
178

Semarang, Harian Pemalang  – Kepolisian Resort Kota Besar Semarang bakal melarang segala aktivitas demonstrasi dari kelompok yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Organisasi Massa. Kepala Polrestabes Semarang, Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji, menegaskan bahwa kelompok yang menolak Perppu berarti kroni Hizbut Tahrir Indonesia.

“Yang menolak Perpu berarti kroninya HTI. Saya tegaskan yang menolak Perppu saya simpulkan kroninya HTI,” kata Abiyoso di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Semarang, Jumat 21 Juli 2017.

Pernyataan tersebut keluar dari Abiyoso untuk menanggapi kabar Forum Umat Islam Semarang (FUIS) akan menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, pada Sabtu, 21 Juli 2017. FUIS dikabarkan menolak Perppu tentang Ormas.

Namun, Abiyoso menegaskan bahwa esok tidak akan ada demo menolak Perppu di Semarang. “Kata siapa ada demo besok? Enggak ada. Saya tidak ijinkan untuk demo. Demo baru diizinkan pada Selasa Kliwon tahun 2030,” ujar Abiyoso dengan nada sedikit keras.

Abiyoso menyatakan bakal mengambil langkah tegas apabila ada kelompok massa yang nekat menggelar demonstrasi menolak Perppu. Jalan Pahlawan yang melintang di depan Kantor Pemprov Jateng dipastikan bakal menjadi medan perang. “Dari kelompok lawan kalau punya senjata tajam untuk diasah hari ini. Dari kelompok yang mau demo silakan keluarkan senjata api dari gudangnya. Kalau mereka nekat berarti akan terjadi pertumpahan apa yang harus ditumpahkan di sepanjang Jalan Pahlawan ini,” tegas Abiyoso.

Abiyoso mengingatkan Indonesia merupakan negara Pancasila. “Dulu lahirnya Pancasila dirumuskan oleh tokoh-tokoh termasuk ulama. Ulama pada saat itu ngerti tentang khilafah tapi mengapa ngerti pancasila. Kita tinggal meneruskan saja, kok kakean pretingsing (kebanyakan tingkah),” ungkap Abiyoso.

Humas FUIS, Danang Setiadi, membenarkan memang sempat merencanakan menggelar demonstrasi menolak Perppu tentang Ormas pada Sabtu esok. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena tidak mendapat izin dari Polrestabes Semarang. “Demonstrasi besok dibatalkan karen tidak mendapat izin,” ungkap Danang saat dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, di kalangan wartawan, beredar undangan pers tentang rencana demonstrasi FUIS. Demo yang semula akan diselenggarakan hari ini kemudian diundur pada Sabtu esok karena dikhawatirkan terjadi bentrok dengan massa anti-HTI. Belakangan, FUIS justru membatalkan rencana demo tanpa ada alasan yang jelas. (Red.HP/Ibda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + seven =