Dikbud Pemalang Gelar Sarasehan GP3M

0
295

Pemalang, Harian Pemalang  – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang pada Minggu (23/7/2017) menggelar Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M) Kabupaten Pemalang tahun 2017 bertempat di Gandulan Culinary Center (GCC)

Kegiatan dimulai dengan suguhan tarian Slendang pemalang yang dibawakan oleh IGKTI Kabupaten Pemalang, kemudian dilanjutkan dengan Tari Badinding oleh anak-anak PAUD Kabupaten Pemalang.

Dalam laporan panitia penyelenggara Ir. Mohammad Arifin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang yang diwakili oleh Sekdin Aditya Dwikadhana, S.Sos menyampaiakan, terselenggaranya GP3M salah satunya adanya komitmen Internasional  Deklarasi Dunia tahun 1997 tentang pendidikan orang dewasa, kerangka aksi dasar  pendidikan untuk semua (PUS) dengan tujuan pembangunan milenium (MDG’s) dan dasa warsa pendidikan untuk pembangunan berlanjut. Sedangkan tujuan kegiatan adalah meningkatkan komitemen pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga kemudian memnyusun rencana aksi Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M), untuk meningkatkan Pendidikan dan ketrampilan perempuan marjinal yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup generasi berikutnya.

“Sasaran  kegiatan GP3M adalah 100 peserta perempuan untuk kegiatan Program Kecakapan Hidup Perempuan ( PKH-Perempuan) dan 100 peserta perempuan untuk kegiatan Program Desa Vokasi yang ditempatkan di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang,” ujar Sekdin Aditya Dwikadhana, S.Sos.dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut tampak hadir Bupati Pemalang yang diwakili oleh Asisten :II(dua) Drs. Supaat, Perwakilan Direktorat Jendral PAUD dan Dikmas Kemendikbud Republik Indonesia Dr. Samto, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang yang diwakili oleh ketua :II Diyah Budi Raharjo, camat se- Kabupaten Pemalang, Kepala SPNF SKB, Kepala Desa Kandang, Ketua PKBM Se- Kabupaten Pemalang, Ketua PD Himpaudi dan ketua IGTKI kabupaten Pemalang dan tamu undangan lain.

Sementara itu  HJ. Irna Setiawati, S.E, M.M Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pemalang dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua II (dua) Diyah Budhi Raharjo mengatakan, keterbatasan perempuan untuk mengakses sumber-sumber informasi pendidikan, meningkatkan pengetahuan, serta layanan pendidikan menyebabkan perempuan masih tertinggal, konstribusi perempuan dibidang ketenaga kerjaan dan ekonomi juga masih jauh tertinggal dibanding dengan laki-laki. Sesuai data data BPS Sensus Penduduk 2010 secara nasional Kabupaten Pemalang masuk dalam 10 wilayah Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dengan angka buta aksara yang cukup tinggi dengan mayoritas perempuan sebagai penyandang buta aksara, oleh karena itu GP3M merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga sehingga diharapkan dapat  meningkatkan kualitas hidup generasi berikutnya,”jika perempuan diperkokoh maka bangsa ini akan kokoh, karena yang menentukan ketahanan suatu bangsa adalah kaum perempuan, jelas kaum perempuan adalah fondasi utama terbentuknya karakter dan watak seorang manusia, perempuan adalah pilar bangsa, ditangan perempuan, pendidikan anak sebagai generasi masa depan pertama kali tidak luput dari peranan perempuan,” kata ketua TP-PKK.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang juga berharap melalu program GP3M agar pendidikan dan pemberdayaan perempuan tidak semata-mata hanya sebuah kegiatan seremoni saja, tetapi keberlangsungan program pendidikan dan pemberdayaan perempuan melalui program pendidikan keaksaraan, kesetaraan, pendidikan, kecakapan hidup, budaya baca, dan desa vokasi harus tetap dibina keberlangsungannya, dan program GP3M memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khususnya perempuan marjinal dari berbagai aspek serta meningkatkan ekonomi keluarga melalui kegiatan pendidikan pemberdayaan perempuan, mampu menurunkan angka buta aksara, khususnya bagi perempuan marjinal, menurunkan tingkat jumlah korban tindak pidana perdagangan orang, dapat menurunkan jumlah buruh migran/tenaga kerja khususnya perempuan ke luar negeri.

Seusai membacakan sambutan, dilanjutkan oleh Ketua TP-PKK dengan membuka acara Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M) Kabupaten Pemalang tahun 2017 dan dilajutkan dengan mengunjungi stand Pameran Produk Desa Vokasi dan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH -P) kabupaten Pemalang 2017 (Red.HP/JL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − ten =