Tingginya Angka Kematian Di Jalan Raya

0
95
Opini Masyarakat 
Oleh : I Wayan Budiartawan
Penulis, tinggal di Bali
Denpasar, Harian Pemalang – Penelitian menunjukkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas sangat tinggi.Tabrakan sering terjadi akibat kelalaian pengemudi terutama karena sopir menyetir dalam keadaan mengantuk. Pengemudi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan saling mendahului dengan yang lain sering berakibat kecelakaan fatal. Mobil juga bisa masuk jurang yang menelan korban kematian.

Birokrasi mengurus surat ijin mengemudi (SIM) berbelit-belit dan banyak sopir yang nekat “main tembak” alias menyogok orang dalam untuk melancarkan jalan mengurus SIM. Mental pegawai pemerintah sudah rusak. Buktinya sering mencuri-curi kesempatan melakukan pungli atau pungutan liar. Jika sistem pembuatan SIM tertib tentu hanya pengemudi yang benar-benar cakap yang lulus ujian.
Di jalanan polisi lalu lintas mudah disuap dalam urusan tilang atau bukti pelanggaran. Semestinya  polisi menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Kecelakaan lalu-lintas terjadi karena sopir tidak mengindahkan rambu-rambu di jalan raya. Kalau sudah begini keadaannya, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap keamanan di jalan raya ?
Korban lakalantas berjatuhan. Angkutan umum yang membawa penumpang rawan terhadap peristiwa tabrakan. Orang-orang tidak berdosa harus tewas setelah sekarat dan meregang nyawa akibat kecelakaan karena ulah sopir  yang tidak menjamin keselamatan penumpang. Sebelum berangkat  sopir yang bertanggung jawab seharusnya  memeriksa  rem kendaraan  sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Rumah sakit penuh dengan korban lakalantas. Dokter tidak bisa menolong lagi, karena korban mengeluarkan terlalu banyak darah. Pemilik angkutan tidak begitu saja menenuhi  kewajiban membayar asuransi kecelakaan. Juragan kaya bos angkutan umum hanya mencari untung belaka, tidak peduli berapa nyawa melayang di rumah sakit. Rakyat kecil diperas untuk membayar uang sewa, tapi kalau lagi sial  mengalami kecelakaan tidak ada yang mengongkosi biaya rumah sakit karena pungutan nakal angkutan tanpa jaminan asuransi kecelakaan.
Angkutan liar tanpa surat STNK dan BPKB yang syah berkeliaran di jalan. Tindak kejahatan seperti ini dibiarkan berlarut-larut. Tengok saja kantor samsat ! Pengurusan surat-surat di sana “diatur” calo. Calo menarik bayaran tinggi dan segala urusan tetek bengek “beres”. Tidak perlu jalur resmi yang harus antri sehingga memakan waktu berhari-hari. Nomor kendaraan  palsu  atau  nomor mesin tidak valid bisa diloloskan para calo.  Kendaraan umum liar beroperasi  mencari penumpang. Siapa yang harus disalahkan ?
Gaji PNS dan TNI lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Lalu aparat pemerintah ini tergoda untuk menyalah-gunakan wewenang termasuk korupsi,makan uang suap dan pungli.  Menaikkan gaji dan dengan demikian menaikkan kesejahteraan  PNS/TNI ?
Pilihan pahit yang harus diambil pemerintah mengingat gaji tersebut bersumber dari utang luar negeri.
Banyak orang mati di jalan raya, karena ketidakbecusan pemerintah.(Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − 8 =