Reog dan Perkembangan Anak Usia Dini

0
202
Artikel/Opini Mahasiswa 

Oleh : Ainun Dwi Eriskiani (PIAUD, IAIN Ponorogo)

Ponorogo, Harian Pemalang – Reog adalah sebuah kesenian budaya yang timbul dari masyarakat. Reog merupakan  salah satu kesenian yang berasal dari Jawa Timur lebih tepatnya dari kota ponorogo. Biasanya reog disajikan dalam acara-acara tertentu seperti pernikahan, khitanan, hari-hari tertentu, dan menyambut tamu yang dianggap spesial. Didalam kesenian reog sendiri banyak tokoh-tokoh yang muncul, seperti Jathil, Warok, Barongan, Klono Swandono dan Ganongan. Mungkin banyak anak kecil yang beranggapan bahwa reog itu menakutkan karena  dari segi penampilannya yang menggambarkan seperti bentuk singa atau hal-hal yang menakutan. Akan tetapi jika dilihat dari segi seni, ini adalah sebuah kesenian yang sangat cocok untuk anak-anak sebagai salah satu objek untuk pengembangan anak dibidang seni.

Di era globalisasi ini, banyak anak sekarang yang sudah tidak memainkan permainan-permainan tradisional seperti engklek, dakon, petak umpet, angklung, dll. Malah di era ini banyak anak yang memilih menggenggam gadged dari pada memainkan permainan tradisional.

Saya adalah seorang mahasiswi sedang dalam proses menempuh program pendidikan S1 PIAUD. disini saya mau berbagi pendapat yang berkaitan tentang kesenian reog dengan anak usia dini.

Kesenian Reog disini sangat membantu dalam proses pengembangan anak dalam bidang seni. Karena Apabila diteliti, seni reog ini di dalamnya banyak nilai-nilai seninya, seperti tarian reog, tari jathilan yang bisa diajarkan untuk anak usia dini. Dengan tarian reog yang diajarkan kepada anak, sangat membantu anak dalam mengasah kemampuan dan mentalnya. Anak dilatih percaya diri, berani tampil ke depan itu adalah nilai tersendiri bagi anak. Jika kemampuan anak di bidang seni ini sudah diasah sejak dia kecil kemungkinan besar anak kedepannya nanti akan memunculkan ke kreativitasnya sendiri.

Banyak  anak (diusia dini)  yang tidak percaya diri dengan kemampuannya, hal ini  akan berdampak pada anak tersebut di kemudian hari. Dengan diajarkannya kesenian  reog, kemungkinan ketakutan anak-anak terhadap reog akan berkurang. Sehingga kesenian reog dapat dikenal anak anak-anak (usia dini) dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan dengan dikenalnya reog sejak dini  akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya negaranya sendiri. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − six =