Turangga Seta Pulosari Berbenah Menuju Grand Opening

0
254

Pulosari, Harian Pemalang – Pembangunan infrastruktur pacuan kuda di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang baru 70%. Hal itu karena baru proses pengenalan kepada beberapa orang untuk mencoba kelayakanya sebelum diperkenalkan secara umum (soft opening) yaitu pada saat peresmian. Sedangkan pengenalan secara umum kepada masyarakat (grand opening) belum dilakukan. Semua itu dilakukan hanya untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa di pemalang ada tempat belajar berkuda dan memanah.

“Pembangunan infranstruktur ini baru selesai 70% sehingga kami belum menggadakan grand opening tetapi baru soft opening, supaya masyarakat pemalang dan sekitarnya tahu dulu bahwa di sini ada tempat belajar berkuda dan memanah untuk pacuan kuda akan dilaksanakan setahun sekali,” kata Teguh Setyo Widodo Kepala Desa Pulosari saat ditemui Radar di rumahnya, Minggu (23/7).

Sedangkan dana yang digunakan untuk pembangunan pacuan kuda dan memanah adalah murni dari investor yaitu melon group 99 yang sudah kerjasasama dengan Desa Pulosari, tidak ada dana dari Pemerintah Daerah (PEMDA). Disamping hal itu untuk fasilitas yang sudah dibangun diantaranya kadang kuda, toilet, pujasera, mushola dan tempat memanah. Sedangkan untuk tempat parkir ada dua yaitu parkir sementara belum selesai tetapi dikasih tali tambang supaya tidak ada yang masuk ke arena pacuan kuda dan ada yang sudah jadi bagian selatan arena pacuan kuda yang bisa digunakan.

“Semua dana yang digunakan dari investor, tidak ada dana dari Pemda karena kami tidak mengajukan, untuk fasilitas sendiri beberapa sudah jadi hanya tempat parkir sementara yang belum, tetapi kami kasih tambang supaya tidak ada yang masuk ke arena pacuan,” tandasnya.

Teguh Setyo Widodo Kepala Desa Pulosari juga mengungkapkan, bahwa Melon Group 99 selaku investor yang mengerjakan semuanya. Supaya masyarakat pulosari dan sekitarnya bisa belajar berkuda dan untuk kuda yang disediakan dari investor saat ini baru tiga ekor. Semua ini merupakan inovasi untuk menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Sedangkan untuk Luas area yang digunakan tiga hektar yang nanti juga akan dibangun Sport Center, untuk target pembangunan sampai sempurna pada September 2017. Tujuan adanya pacuan kuda sebagai destinasi obyek wisata berkuda untuk masyarakat. Karena di pemalang belum ada pacuan untuk belajar berkuda. Sedangkan standar keamanan yang digunakan sudah sesuai dengan keadaan di lapangan dengan berusaha meyiapkan helm dan peralatan lainnya.

“Dukungan dari masyarakat sangat luar biasa sedangkan lahan yang digunakan adalah dari khas desa ,”.tambahnya. (Red.HP/JL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 − two =