Fintech Investree Perluas Jangkauan Layanan ke Jawa Tengah

Dengan semangat “Semua Bisa Tumbuh”, Investree meresmikan ekspansi usahanya di Jawa Tengah dan sekitarnya sebagai langkah awal untuk menghadirkan fasilitas pinjam meminjam bagi industri yang belum terjangkau oleh institusi keuangan konvensional di luar Jabodetabek.

0
105

Semarang, Harian Pemalang – Investree (PT Investree Radhika Jaya), sebuah perusahaan rintisan di bidang financial technology (fintech) sekaligus pionir peer-to-peer (P2P) lending marketplace di Indonesia, hari ini (selasa, 25/7) meresmikan ekspansi usahanya ke Jawa Tengah dan sekitarnya, dengan kantor perwakilan yang berlokasi di Kota Semarang. Hal ini sekaligus menandakan kehadiran Investree untuk pertama kalinya di luar Jabodetabek sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah di Tanah Air dengan menghadirkan fasilitas pinjam meminjam bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya industri kreatif dalam semangat “Semua Bisa Tumbuh”.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, “Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, terdapat peningkatan jumlah UMKM sebanyak lebih dari 40 ribu dan hal tersebut merupakan potensi yang besar untuk dieksplorasi. Kami pun sangat bersyukur peresmian ini akhirnya dapat dilakukan. Hadirnya kantor perwakilan Investree yang berlokasi di Semarang akan memudahkan kami dalam menjangkau Calon Borrower yang mayoritas adalah pegiat UMKM di Jawa Tengah dan sekitarnya, sehingga transaksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.”

Peresmian ekspansi usaha ini dilakukan setelah Investree resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor registrasi S-2492/NB.111/2017 sebagaimana tertanda pada Surat “Tanda Bukti Terdaftar PT Investree Radhika Jaya” dari OJK pada tanggal 31 Mei 2017. Investree dinyatakan terdaftar sebagai Penyelenggara Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan diatur dalam administrasi Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). Dengan demikian, Investree telah memenuhi standar pemerintah dari segi sistem elektronik, mitigasi risiko, kelayakan sumber daya manusia, dan infrastruktur operasional lainnya untuk menjalankan bisnis.

Investree merupakan perusahaan fintech dengan sebuah misi sederhana: sebagai online marketplace yang mempertemukan orang yang memiliki kebutuhan pendanaan (Borrower) dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya (Lender). Tak hanya memberikan tingkat perolehan yang memuaskan untuk para Lender, Investree juga membuat pinjaman menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses bagi Borrower. Oleh karena itu, Investree menjadi pelopor peer-to-peer lending marketplace di Indonesia karena menawarkan sesuatu yang baru berupa sistem pinjam meminjam yang moderen dan praktis.

“Seluruh aktivitas atau transaksi pinjam meminjam di Investree dilakukan secara online, khususnya bagi Lender. Setiap tahapan mulai dari registrasi, melihat daftar pinjaman di marketplace, hingga mentransfer pendanaan dijalankan melalui situs Investree. Untuk pengelolaan dana, kami juga telah bekerjasama dengan bank rekanan Danamon dalam hal sistem manajemen kas berupa fasilitas automatic payment dan automatic posting atau yang biasa disebut dengan Host-to-Host Service, sehingga mempercepat proses pemberian pinjaman kepada Borrower,” imbuh Adrian.

Investree memiliki dua produk unggulan: Pinjaman Bisnis (Business Loan) dan Pembiayaan Karyawan (Employee Loan). Pinjaman Bisnis adalah modal kerja untuk memperlancar arus kas (cash flow) dengan menjaminkan tagihan atau invoice. Mekanismenya, Borrower akan dibiayai melalui skema tersebut dengan cara menjaminkan tagihan yang sedang berjalan sebagai sumber pembayaran pinjaman oleh Borrower. Syarat-syaratnya: Borrower bersatus sebagai Perseroan Terbatas (PT), berdomisili di wilayah Jabodetabek, telah beroperasi minimal 2 tahun, memiliki hubungan bisnis dengan institusi besar, dan memiliki kelengkapan dokumen mulai dari legal pendirian perusahaan, NPWP, hingga laporan keuangan.

Sedangkan Pembiayaan Karyawan adalah pinjaman serbaguna, diberikan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan yang bekerjasama dengan Investree. Berbeda dengan Pinjaman Bisnis yang dilakukan melalui pembiayaan invoice, Pembiayaan Karyawan dijalankan melalui skema potong gaji. Syarat-syaratnya: karyawan yang bersangkutan telah berusia 21 tahun atau lebih, terdaftar sebagai karyawan di perusahaan yang bekerjasama dengan Investree, berpenghasilan tetap dengan jumlah minimal Rp 3.100.000, dan memiliki kelengkapan dokumen seperti KTP, NPWP, Surat Keterangan Kerja, dan slip gaji.

Sampai dengan saat ini, Investree berhasil membukukan catatan total fasilitas pinjaman sebesar Rp 237 Miliar, nilai pinjaman tersalurkan sebesar Rp 187 Miliar, dan nilai pinjaman lunas sebesar Rp 144 Miliar dengan tingkat pinjaman gagal bayar atau default 0%. Kebanyakan peminjam di Investree pun masih merupakan pemain bisnis kecil dan menengah dari kategori Kreatif, sehingga dapat dikatakan bahwa mayoritas pendanaan yang dilakukan melalui platform Investree disalurkan untuk membantu pengembangan usaha di bidang industri tersebut.(Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 11 =