Masalah Warung Remang-Remang, Warga Desa Nyamplungsari Protes Ke Balai Desa

0
1103

Pemalang, Harian Pemalang – Sekitar 150 warga desa Nyamplungsari, Rabu (26/7) sekitar pukul 10.45 wib mendatangi balai desa Nyamplungsari untuk mengadakan aksi damai memprotes keberadaan warung warung makan di sepanjang pantai sumur pandan yang ditengarai sebagai tempat maksiat, miras dan pekat (penyakit masyarakat) lainnya.

Aksi damai warga Nyamplusari ini dipimpin oleh Waluyo, Di balai desa Nyamplusari warga ditemui oleh Drs.Fera Joko Susanto M.A.P. Camat PETARUKAN, Kapten Inf Muslih Danramil Petarukan Kodim 0711/Pml, AKP Subagio Wakapolsek Petarukan, Kholim Sujai Kepala desa Nyamplung sari, Gandung Guntoro ketua DPC Pemuda Pacasila Kab.Pemalang dan perangkat desa Nyamplungsari.

Dalam aksi damai ini warga dipertemukan dengan perwakilan pedagang nyang ditengarai menjual miras dan masalah Pekat lainnya. Dalam sambutannya Kholim Sujai Kepala desa Nyamplungsari menyatakan pertemuan Ini bisa mendapatkan titik temu dan dapat meselesaikan masalah yang ada. Kepada para warga supaya bisa duduk bersama sehingga permasalah ini bisa terselesaikan tanpa ada keributan yang berkepanjangan.

Senada dengan kepala desa Nyamplungsari, Joko Fera Susanto Camat Petarukan juga menyatakan bahwa Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesekan dan alangkah baiknya bisa diselesaikan dengan baik dan damai. Fera juga menjamin bahwa pihak muspika akan memberikan  kesempatan kepada masyarakat desa Nyamplungsari untuk menyelesaikan permasalahan, Muspika akan mendampingi sehingga permasalahan bisa terselesaikan. Camat Petarukan inipun meminta pada warga agar permasalahan ini bisa selesai dan jangan sampai masuk keranah hukum.

Dalam mediasi ini terungkap, bahwa tuntunan warga yang disampaikan oleh Waluyo jati alias Mbah Rendeng, atas nama warga desa Nyamplungsari menyatakan tidak terima desanya diserang oleh penyakit masyarakat (pekat) antar lain Miras dan wanita penghibur. Meminta warung yang ada di pantai tersebut bebas dari jual beli miras dan wanita penghibur. Meminta tempat tersebut saat ini dibongkar dan Apabila tidak di hiraukan dari warga akan mendatangi tempat tersebut dan akan membongkar tempat tersebut.

Hasil mediasi antara warga yang diwakili oleh Suwoso ketua pemuda, Mbah Rendeng dan Harsono (tokoh masyarakat) dengan pemilik warung yang diwakili oleh Durajat (warga klarean), Siswoyo (warga kendal Doyong) dan Harjo (warga mojo)
mencapai kesepakatan bahwa Warga menolak pedagang yang ditengarai menjual miras dan wanita penghibur di desa nyamplungsari Kec.Petarukan. Nama nama pemilik warung yang di tolak berjualan adalah Kamyadi, Durajat, Sitor, Harjo, Suhadi, Sisono / Kamyadi. Pihak pedagang yang ditolak pun siap
siap menutup dan pindah dalam waktu 2 minggu sejak dibuat pernyataan ini. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × one =