Kenakalan Remaja Perlu Penanganan Segera

0
191
 Opini/Artikel Masyarakat 
Oleh : I Wayan Budiartawan 
Karangasem, Harian Pemalang – Mau jadi apa bangsa ini ? Pemuda-pemuda mabuk menenggak minuman beralkohol seperti bir. Sampai di sudut-sudut kampung orang Belanda  menjual birnya. Orang-orang pribumi tergoda  bir produk bangsa Holland.

Untuk melupakan kesusahan hidup sebentar. Orang asing mengeruk keuntungan berlipat-lipat dengan jualan bir. Di negeri asalnya di Eropa konon industri jenis ini sudah jadi “sampah”.
Asap rokok mengepul di mana-mana. Di perkampungan-perkampungan kumuh di seantero negeri ini, rakyat menghisap rokok bahkan banyak yang sudah ketergantungan. Pemerintah mau berbuat apa ? Cukai rokok masih jadi sandaran pihak penguasa untuk memperkaya diri sendiri. Kebun-kebun tembakau tak mungkin dihentikan produksinya karena merupakan penghasilan terbesar pihak pemerintah.
Generasi muda usia tanggung memenuhi tubuh yang disayanginya dengan hiasan “tattoo”.Akibat pergaulan bebas, hal yang biasa. Pengaruh turis asing. Hiasan tubuh ini mula-mula untuk tamu-tamu dari luar negeri. Tapi kenyataannya sekarang, pemuda harapan masa depan negeri ini ikut terjerumus. Ke lembah nista orang asing menggiring bangsa ini suatu saat nanti. Budaya tergerus.
Gadis-gadis desa banyak jadi pelayan kafe di kota. Tekanan ekonomi penyebabnya. Calon-calon ibu masa depan ini terjaring bos kafe. Jadi perempuan penghibur.
Godaan hidup enak. Uang banyak dalam tempo singkat, tanpa harus kerja keras. Cukup mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuh. Moral bejat tidak bisa dihindari lagi.
Aparat penegak hukum seperti  TNI Polri berkoar-koar tentang bahaya narkoba. Penggerebekan demi penggerebekan dilakukan untuk menangkap bandar narkoba. Operasi penertiban pengedaran miras digalang untuk membekuk pelaku. Penutupan kafe liar dilakukan petugas, PSK dan pria hidung belang dijebloskan ke dalam tahanan. Tapi birokrat negeri ini baru mau bekerja kalau ada “dana”.
Remaja belasan tahun rawan terhadap pengaruh dari luar.Siswa/mahasiswa tertangkap melihat film porno di smartphone. Akhlak rusak. Orang tua “broken home”, lalu anak-anak remaja mencari pelarian minum pil ekstasi. Bangsa ini perlu mental yang kuat. Sekuat baja Krakatau Steel. Tapi muda-mudi sekarang asyik “fly”, hidup jauh di awang-awang. Tidak pernah berpijak pada kenyataan.
Sekolah-sekolah agama saja ada siswanya yang sibuk “nyabu”, apalagi sekolah lain. Kenakalan remaja juga masalah kejiwaan. Perlu psikiater dan psikolog yang turun menangani kasus remaja bandel  atau nakal. Remaja dapat dibina dan kreativitasnya disalurkan. Kegiatan pramuka, osis  tempat ajang  kalangan remaja membentuk  diri. Lomba karya ilmiah remaja cukup bagus untuk “unjuk gigi”. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 6 =