Salah Sinkronisasi Data, Kaget Dapat Tagihan BPJS 4,4 Juta

0
176

Pemalang, Harian Pemalang – Kastolani seorang  warga RT 005/004, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendatangi kantor Badan Penyelenggara  Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  di Jalan Jenderal Sudirman Timur no 373, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jumat ( 28/7). Karena kartu BPJS kesehatan mandiri satu keluarga miliknya mendapat tagihan  4,4 juta rupiah.

Dikatakan oleh Kastolani ketika menyampaikan aduannya kepada Kepala BPJS Pemalang Parasamya Dewi Cipta (Mia), “keluarga berjumlah 7(tujuh) orang saya daftarkan BPJS Mandiri dan semenjak itu saya membayar iuran dengan lancar, kurang lebih satu tahun kemudian saya sekeluarga mendapatkan kartu BPJS Penerima Bantuan Iuran (BPI).   Semenjak  itu saya tidak membayar iuran karena saya pikir karena datanya sama secara otomatis maka akan terhenti iuran BPJS Mandiri saya.”

Masih kata Kastolani,  dia sangat terkejut ketika akan mengurus BPJS anaknya yang ingin dimutasi dari BPJS PBI ke Mandiri  karena perusahaan di mana tempat anaknya bekerja akan membuatkan BPJS tenaga kerja sebagai salah satu persyaratan administrasi perpanjangan kontrak kerja.

“Saya  kaget ketika disuruh membayar tunggakkan 4,4 juta terlebih dahulu, bagaimana saya dapat melunasi tunggakkan yang banyak in.  Apalagi semua semua ini bukan kesalahan saya karena  tidak ada informasi terkait hal itu. Saya kira setelah mendapatkan kartu BPJS PBI kartu BPJS Mandiri saya secara otomatis akan non aktif ,tetapi kok malah menunggak begini,” ujarnya .

Terkait dengan aduan Kastoliani, Kepala BPJS Pemalang Parasamya Dewi Cipta Kepala BPJS Kabupaten Pemalang menyampaikan, “mestinya hal seperti ini tidak perlu terjadi apabila  kita sama-sama teliti dari pertama pendaftaran  BPJS baik pegawai PBJS atau masyarakat harus sama-sama mengecek Kartu BPJS yang selesai dicetak dan disamakan dengan data yang di kartu keluarga sebelum meninggalkan petugas kami.  Ketika ada kesalahan ketik bisa diganti dan kesalahan ketik data ini terjadi pada kartu BPJS mandiri Pak Kastolani sehingga ketika mendapatkan Kartu PBJS PBI kartu BPJS mandiri Pak Kastolani masih tetap harus membayar.”.

Terkait dengan hal tersebut,  kepala BPJS Pemalang selanjutnya akan mengkolsultasikan ke  kantor  BPJS pekalongan,” akan kami lakukan pencocokkan data, dikantor PBJS Pekalongan dan apabila memang ada tunggakkan sebesar itu disebabkan karena adanya kesalahan dari aplikasi yang tidak sinkron.  Mudah-mudahan ketika sudah dilakukan perbaikan semua biaya itu akan dihapus.” .( Red.HP/JL)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 4 =