Perlunya Psikolog Dalam Pendampingan Calhaj

2
147

Opini/Artikel Masyarakat 

Oleh : Arina Athiyallah (Alumni Psikologi International Islamic University Malaysia (IIUM)) 

Solo, Harian Pemalang –  Pantauan  yang terjadi pada jamaah haji di embarkasi Donohudan,  Solo, Minggu  (30/7) kemarin, terlihat banyak di antara calon Jama’ah Haji yang menderita Dimensia atau pikun.

Penyakit ini terjadi karena berkurangnya, atau hilangnya fungsi otak ditandai oleh menurunnya kemampuan mengingat, berfikir dan berperilaku.

Satu hal yang sering luput dari perhatian masyarakat luas adalah peran ahli psikolog dalam peran sertanya menangani hal tersebut. Tidak hanya dokter yang harus selalu standby menghadapi masalah kesehatan para jamaah haji , namun psikolog memiliki peran yang sangat krusial ketika menghadapi masalah yang tidak dapat dicakup oleh dokter yaitu (how to communicate with these people with psychology disorders) . Mereka ditraining untuk memiliki kemampuan tersebut. Bagaimana si jamaah bisa berangkat Haji, tenang ketika di pesawat dan tidak panik. Apalagi menangani jamaah yang tiba tiba histeria dan melakukan hal-hal yang tidak lazim.

Oleh karena itu, kedepannya pemerintah diharapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek kesehatan fisik namun juga mempertimbangkan kesehatan mental para jamaah haji dengan melibatkan psikolog untuk pendampingan kesiapan mental Jama’ah. Agar para jama’ah dapat menikmati rangkaian ibadah secara khusyuk di tanah Suci. (Red.HP)

 

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 10 =