Combine Harvester Dari Luar Daerah Digugat Petani Loning

0
299

Pemalang, Harian Pemalang – Kemajuan teknologi di bidang pertanian ternyata tidak serta merta diterima oleh masyarakat petani. Salah satu alat Combine Harvester/ alat pemanen merupakan mesin pemanen (padi). Mesin ini, seperti namanya, merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai, merontokkan, dan menampi, dijadikan satu rangkaian operasi.

Pengunaan mesin ini di gugat oleh Masyarakat Petani Desa Loning, Kecamatan Petarukan. Sekitar 30 orang petani mendatangi balai desa Loning untuk mengadakan pertemuan
antara Masyarakat Petani Desa Loning dengan Aparat Pemerintah Desa Loning Kecamatan Petarukan terkait dengan adanya alat pemotong padi (Combine), Selasa (1/8) pukul 12.00 s.d 13.00 wib.

Sebagian masyarakat petani desa Loning menolak keberadaan alat pemanen padi (Combine Harvester)  yang dari luar desa Loning beroperasi di persawahan wilayah desa Loning.

Lima orang petani sebagai perwakilan masyarakat petani desa Loning diterima oleh Iptu Subagio Waka Polsek Petarukan, Kades Loning dan Perangkat Desanya, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Loning.

Disman sebagai perwakilan petani menyampaikan beberapa aspirasi terkait keberadaan alat pemanen padi modern tersebut.

“Agar Combine dari luar daerah tidak boleh masuk ke Desa Loning, yang boleh masuk dan melakukan panen padi adalah Combine bantuan dari Pemerintah dan milik warga Desa Loning.” ujar Petani dari desa Loning ini.

Lebih lanjut Dirman meminta kepada Pemerintah Desa agar tidak mengijinkan Combine dari luar masuk  ke Desa Loning.

Kepala Desa Loning melalui Rofiq Kaur Pemerintahan menanggapi aspirasi warganya dengan berjanji akan menyampaikan dan menyarankan kepada pemilik / operator Combine dari luar daerah supaya tidak beroperasi di Desa Loning. Serta akan menyampaikan dan menyarankan kepada pemilik lahan dan juragan padi untuk tidak mengundang Combine dari luar daerah.

Selaku pemangku keamanan dan pengayom. Masyarakat Kapolsek Petarukan melalui Wakapolsek Petarukan Iptu Subagio memberikan gambaran bahwa kemajuan jaman dan tekhnologi tentu ada segi positif dan negatifnya termasuk adanya alat pemotong padi Modern atau Combine tersebut.

“Menyelesaikan masalah dengan pikiran yang jernih dan jalan musyawarah tentunya akan lebih baik. Selama ini belum ada aturan yang mengatur tentang masalah panen padi dengan menggunakan alat Modern ataupun tradisional.” ungkap Wakapolsek Petarukan ini.

Akan tetapi Wakapolsek tetap meminta kepada Pemerintah Desa Loning agar di Mapping sawah-sawah yang panen dengan menggunakan Combine dari luar. Serta meminta kepada warga petani Desa Loning agar jangan sampai bertindak anarkis dalam mensikapi segala permasalahan dan jangan mau ditumpangi oleh pihak lain yang akan memperkeruh permasalahan. (Red.HP)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 12 =