Jarwo Super Panen Perdana Di Petarukan

0
243

Pemalang, Harian Pemalang – Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian RI menggelar acara Panen Perdana dan Temu Lapangan Penerapan Tehnologi Budidaya Padi Jajar Legowo Super (jarwo Super), di halamam rice mill milik ibu Siti Kusni blok Siwuwuh desa Klareyan kecamatan Petarukan, kabupaten Pemalang, Rabu (2/8) mulai pukul 09.00 sampai 12.00 wib.

Hadir dalam acara tersebut antara lain  Suharto MSi Kadin Pertanian Kabupaten Pemalang,  Andi Noto Susanto Msc dari  Kapus  Litbang Pertanian Pusat, Ir Yuni Astuti MA Kadin Pertanian provinsi Jateng,  Pelda Sudarno mewakili Dandim 0711/Pml, UPTD kab Pemalang, Penyuluhan pertanian kecamatan Petarukan, Kades desa Klareyan, Gapoktan/Poktan dan Petani sekitar, Fera Joko Susanto camat Petarukan serta sekitar 100 orang petani.

Kegiatan ini diawali  dengan panen Simbolis oleh Badan litbang provinsi Jateng,  Dinas Pertanian Provinsi Jateng, Kadin Pertanian Kabupaten Pemalang, perwakilan Kodim 0711/Pml dengan menggunakan dua unit mesin panen dilanjut dengan acara  Temu Lapang.

Rasa syukur dipanjatkan oleh Fera Joko Susanto Camat Petarukan atas panen yang dilakukan di desa Klareyan ini. “Kecamatan Petarukan  menjadi pilot proyek dari Balitbang untuk jenis padi Jarwo Super yang diharapkan swasembada pangan di tahun 2017 di Kabupaten Pemalang dapat terwujud.” Fera dalam sambutannya.

Dalam temu lapangan ini tidak disia-siakan oleh kelompok tani Jarwo desa Klareyan yang diwakili oleh Casmo.

“Mohon dengan hormat agar kelompok Tani yang menggunakan model budidaya Jarwo Super diberikan bantuan bio protektor karena bio protektor sangat membantu para petani.” ungkap Casmo.

Selain itu Casmo mengungkapkan bahwa Hasil panen Penerapan Tehnologi budi daya padi Jarwo Super lebih baik.

Kepala Pusat Litbang Pertanian   provinsi Jateng  Andi Noto Susanto, MSc. Mengungkapkan bahwa pemerintah sangat serius memperhatikan petani untuk ketersedian pangan dengan  total kebutuhan 31 juta ton beras untuk kebutuhan nasional dan alhamdulillah masih aman dan surplus dengan target proyeksi waktu mendatang dibutuhkan 48 juta ton beras.  Pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk stabilitas swasembada pangan adalah pendekatan intensifikasi  dan   memperluas lahan sawah . Agar hasil panen tetap baik maka panduan tanam padi tehnologi Jarwo Super harus diperhatikan dengan baik.

Mewakili Bupati Pemalang, Suharto kepala Dinas Pertanian menyampaikan sambutan bupati Pemalang yabg berhalangan hadir. (Red.HP/SE)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × two =