Buruh Tani Di Nyamplungsari, Sepakati Penggunaan Combine Harvester

0
149

Pemalang, Harian Pemalang – Seperti yang pernah diberitakan boleh media ini, mengenai penolakan mesin pemanen (Combine Harvester) padi di desa Loning, Kecamatan Petarukan oleh petani maupun buruh tani.

Baca juga :
https://harianpemalang.com/2017/08/01/combine-harvester-dari-luar-daerah-digugat-petani-loning/

Maka pemerintah desa Nyamplungsari berinisiatif menggelar musyawarah antara kelompok tani, buruh tani dan pemilik combine Harvester. Untuk membahas permasalahan operasional combine harvester yang menuai protes dari buruh Tani. Pertemuan dilaksanakan di balai desa Nyamplungsari, Kamis (3/8) mulai pukul 10.30 s.d 12.30 wib.

Musyawarah ini dihadiri oleh Muspika Petarukan atau yang mewakili, Kades Nyamplungsari dan Perangkat Desanya, Petugas pembagi air (PPA) atau Ulu-ulu Vak Desa Nyamplungsari, Pemilik Combine sejumlah 4 orang dan buruh tani sejumlah kurang lebih 30 orang dari 10 orang yang di undang yang nantinya diwakili oleh 4 orang .

Kepala kepolisian Resort Petarukan, AKP Amin Mezi Syafiudin, SH., MH mewakili Muspika Kecamatan Petarukan berpesan kepada para buruh botani dan pemilik combine, dalam mensikapi segala permasalahan jangan mementingkan diri sendiri atau kelompoknya, silahkan dari masing-masing pihak menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan sopan. Lebih lanjut Mezi juga mengatakan bahwa keberadaan alat modern dalam hal ini Combine harus dapat melihat kearifan lokal. Maka harapannya nanti ada kesepakatan yang bisa disepakati dan diterima bersama-sama oleh masing-masing pihak. Sekali lagi pesan Kapolsek, jangan sampai ada tindakan anarkis, kalau ada akan berhadapan dengan hukum.

Dalam musyawarah ini terungkap bahwa banyaknya Combine yang beroperasi di desa Nyamplungsari telah menyebabkan kaum buruh tani tidak ada lapangan pekerjaan lagi. Harapan dari buruh tani adalah sama-sama jalan dalam mencari makan atau rejeki sehingga meminta Combine di Desa Nyamplungsari agar dibatasi hanya 2 mesin saja dan jam operasional Combine jangan sampai dengan malam hari, tapi jam 16.00 wib sudah berhenti, itu yang dituturkan oleh Khalim dan Darwati sebagai perwakilan dari buruh tani.

Menurut Jumadi (PPA/ Ulu-ulu Vak) Desa Nyamplungsari memberi gambaran luasan lahan persawahan di Desa Nyamplungsari kurang lebih 450 Ha. Melihat luasan lahan tersebut maka perlu ada keseimbangan antara operasional Combine dan buruh tani. Jumadi juga menceritakan, pemakaian mesin pemanen ini dapat menyebabkan jalan dan saluran irigasi rusak walaupun penggunaan Combine bertujuan agar dalam proses panen cepat sehingga petani tidak rugi dan padi tidak rusak apabila ada keterlambatan panen, selain itu menggunakan Combine biaya panen lebih murah dan hasil lebih baik.

Kades Nyamplungsari beserta jajarannya juga mengingatkan bahwa sudah pernah ada
kesepakatan hanya ada 3 Combine di Desa Nyamplungsari dan bisa tambah dengan melihat situasi. Lebih lanjut Kades menyampaikan kalau Combine masuk ke Desa Nyamplungsari dikarenakan panen terlambat dan atas permintaan petani. Idealnya satu kelompok tani atau blok 1 Combine oleh karena itu dengan adanya Musyawarah ini diharapkan dapat menemukan kesepakatan bersama. Bagaimana pun Combine merupakan salah satu terobosan dari program pemerintah, apapun yang menjadi program pemerintah kita wajib mendukungnya akan tetapi yang punya Combine jangan sewenang-wenang dan buruh tani juga jangan semaunya saja. Sampai saat ini Pemerintah Desa tidak dapat melarang petani menggunakan Combine. Kades menyarankan agar di Desa Nyamplungsari dibatasi 4 unit combine, karena ada 4 kelompok atau blok.

Dari beberapa masukan yang telah disampaikan oleh masing-masing pihak maka diperoleh kesepakatan bersama yang dituangkan dalam  surat kesepakatan bahwa Combine yang beroperasi di Desa Nyamplungsari dibatasi 4 unit Combine dengan disesuaikan jumlah kelompok tani atau blok yaitu kelompok Pardi atau Blok Moro Makmur, Warno atau Blok Moro dadi, Karnadi atau Blok Cokrowolo dan Samali atau Blok Tingkir. Selain Combine yang tidak tersebut diatas maka tidak boleh masuk diarea persawahan Desa Nyamplungsari. Operasional Combine dimulai dari pukul 06.00 wib sampai dengan 16.00 wib;

Apabila dengan adanya jumlah Combine sebagaimana yang telah disepakati dan ternyata menyebabkan buruh tani tidak memperoleh pekerjaan maka diadakan musyawarah kembali. Andanya konpensasi dari pihak pemilik Combine kepada pemerintah Desa Nyamplungsari apabila ada kerusakan jalan dan saluran irigasi yang disebabkan oleh aktifitas Combine. (Red.HP/SE)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 17 =