Ketua DKP Klarifikasi Pembubaran Ngopi Oleh Ormas PP

0
1358

Pemalang, Harian Pemalang – Rencana Ngopi (Ngobrolin Pilem) di padepokan lintang Kemukus kediaman ketua Dewan Kesenian Pemalang Andi Rustono di dusun Sirau kelurahan Paduraksa, pada Minggu (6/8) menjadi kacau dan tidak selesai seperti yang direncanakan.

Rencananya ngopi ini berlangsung mulai pukul 20.30 sampai 00.00 wib. Kegiatan yang dilaksanakan selain menonton bareng film Karya Yosep Anggi Noen dengan judul “Istirahatlah Kata-kata” juga dilaksanakan Pembacaan Puisi-Puisi karya Wiji Tukul oleh Para Peserta kegiatan Ngopi ( Ngobrol Pilm).

Film yang mengangkat kehidupan Wiji Tukul ini dihadiri boleh kurang lebih 25 orang penonton, kebanyakan dari Pemalang, dan dari luar Pemalang hanya sekitar 7 orang yang berasal dari Pekalongan, Batang, Tegal dan Indramayu.

Dalam sambutannya sebagai prakata acara, Andi Rustono sebagai tuan rumah menyatakan bahwa Kegiatan pemutaran Film yang berjudul “Istirahatlah Kata-kata” merupakan salah satu Judul Puisi karya Wiji Tukul. Bagi Andi, Wiji Tukul merupakan seorang pejuang yang berusaha memperjuangkan kebebasan. Kebebasan yang kita rasakan saat ini pun merupakan salah satu usaha dari saudara kita Wiji Tukul.

Akan tetapi pada pukul Pada pukul 22.30 Wib Pemutaran Film Istirahatlah Kata-Kata di hentikan karena kedatangan para anggota DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang yang berjumlah sekitar 30 orang yang dipimpin oleh Gandung Guntoro ketua DPC PP Kabupaten Pemalang dengan koordinator lapangan Edi Suprayogi.

Dalam usaha pembubaran nonton bareng yang di lakukan oleh DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang sempat terjadi adu mulut antara DPC Pemuda Pancasila Pemalang dengan Andi Rustono selaku pemilik padepokan lintang Kemukus sebagai tempat kegiatan ngopi ini.

Dalam kejadian Keributan berupa adu mulut antara Andi Rustono (Penyelenggara Ngopi) dengan Para Anggota DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang dapat di redam oleh anggota Intel Polres Pemalang sehingga tidak terjadi tindakan /kejadian yang anarkis.

Akhirnya pukul 22.50 Wib para anggota DPC Pemuda Pancasila Pemalang memutuskan meninggalkan Lokasi Kegiatan Pemutaran Film dan menuju Ke Kantor Polres Pemalang untuk melaporkan tentang kegiatan pemutaran Film yang telah di laksanakan oleh Andi Rustono di terima oleh Aiptu Tri Harjanta (Ka SPK Polres Pemalang) , kemudian di lanjutkan ke Kodim 0711/Pemalang di terima oleh Kapten Arm Andumiyanta ( Perwira Siaga /Pasiter Kodim 0711/ Pemalang.).

Karya Yosep Anggi Noen ini sebenarnya karya film dokumenter yang mengambil latar kehidupan Wiji Tukul. Sebagai gambaran sinopsis film “Istirahatlah Kata-kata” dimana Film dibuka dengan narasi yang menerangkan tentang awal pembentukan Partai Rakyat Demoratik (PRD) yang melawan peraturan perundangan saat itu dimana ditetapkan bahwa hanya ada 3 partai yang diakui Negara.

Pada kerusuhan tanggal 27 Juli 1996, PRD dan beberapa penggagasnya ditangkap serta dijadikan buron dengan tuduhan menciptakan kerusuhan dan ingin menggulingkan pemerintahan.

Dari Solo tempat tinggal Wiji Thukul dan Sipon, latar film bergeser beberapa ratus kilometer menuju Pontianak dan sungai Kapuas.

Bersama seorang dosen yang bernama Thomas, Thukul menumpang bersembunyi di rumahnya sambil mengakui bahwa ternyata lebih menakutkan melarikan diri dan bersembunyi seperti ini daripada terang-terangan melawan sekumpulan orang dengan senjata.

Detail Cast and Crew Film ‘Istirahatlah Kata-Kata’
Jenis Film : Drama, Biography
Durasi : 97 menit
Negara Asal : Indonesia
Sutradara : Yosep Anggi Noen
Penulis Naskah : Yosep Anggi Noen
Produser : Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Tunggal pawestri dan Okky Madasari.
Produksi : Yayasan Muara, Kawan Kawan Film, Partisipasi Indonesia, dan LimaEnam Films
Pemain : Gunawan Maryanto, Melanie Subono, Marissa Anita, Dhafi Yunan.

Menanggapi pembubaran acara ngopi oleh ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Andi Rustono selaku ketua Dewan Kesenian Pemalang (DKP), serta tuan rumah acara memberi klarifikasi, melalui media harianpemalang.com secara eksklusif, Senin (7/8) mulai pukul 20.45 Wib.

“Acara ngopi ini merupakan acara nonton bareng film seperti biasanya, kalau ormas PP membubarkan acara ini, tentunya salah alamat.” ungkap Andi membuka pembicaraan.

Lebih lanjut Andi menyatakan “Hal Yang dilakukan PP jelas jelas perlakuan persekusi, tetapi salah alamat.”

“orang-orang (dalam hal ini PP) yang salah alamat, mestinya sadar, membaca, mempelajari dulu (film tersebut). Jangan arogan, semua sadar dan semua belajar apa yang dituduhkan tidak benar.” ungkap Andi menanggapi tuduhan bahwa film yang diputar mengandung unsur kekiri-kirian.

Dalam film tersebut tidak ada ajakan untuk menganut suatu ideologi ataupun perkataan mengenai komunisme. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =