Teroris Dan Radikalisme Dalam Dialog Kebangsaan Oleh Jamiah Batak Muslim Indonesia

0
89

JBMI Gelar DIALOG KEBANGSAAN “The Solution From Entrepreneurs : Pemberdayaan Sumber Daya Ekonomi Jalan Tengah Menangkal Paham Radikalisme di Indonesia” di Jakarta

Jakarta, Harian Pemalang – Dewan Pimpinan Pusat Jamiah Batak Muslim Indonesia (DPP JBMI) akan menggelar Dialog Kebangsaan bertema Teroris dan Radikalisme. Hal ini merupakan preventif untuk mencegah isu radikalisme yang saat ini sedang marak. “Ini adalah bentuk kepedulian dari JBMI yang sebelumnya pernah menggagas silaturrahmi nasional di Pondok Pesantren Mustafawiyah di Mandailing Natal, Sumatera Utara.”, demikian ujar Albiner Sitompul, Ketua Umum DPP JBMI.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Umum JBMI, Albiner Sitompul,
“Menyikapi kondisi sosial Indonesia saat ini, bangsa Indonesia membutuhkan sebuah rumusan-rumusan baru untuk pedoman kebhinekaan yang menjadi sebuah harapan dari pemerintah untuk memperkuat kebhinekaan dan mempercepat restorasi sosial Indonesia. Jamiah Batak Muslim Indonesia, kembali menyegarkan dengan melakukan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat tentang kebhinekaan dimana sedang marak saat ini dibicarakan radikalisme. Acara akan diadakan pada tanggal 26 Agustus 2017 di Hotel Sofyan Jakarta. Tujuan JBMI mengadakan dialog ini adalah sebagai sumbangsih kepada bangsa agar terwujudnya sebuah kebhinekaan dimana perbedaan adalah milik Tuhan, kebersamaan adalah milik Tuhan, dan persaudaraan adalah milik Tuhan.” , ujar pria Jenderal Bintag Satu TNI ini dengan gayanya yang santai.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Dialog Kebangsaan DPP JBMI M Hadi Nainggolan mengatakan bahwa sumber tumbuh suburnya paham radikalisme di tengah-tengah masyarakat itu ada tiga, pertama ketidakadilan, kedua kesenjangan ekonomi dan kurangnya ilmu. Masyarakat itu akan mudah diajak pada suatu gerakan tertentu saat mereka merasakan sebuah ketidakadilan yang kerap terjadi didepan mata. Tingginya “gap” kesenjangan ekonomi juga menjadi pemicu orang-orang berani mengambil langkah esktrim dalam hidup. Kurangnya ilmu dan wawasan seseorang juga sering dimanfaatkan oleh suatu kelompok tertentu untuk mencuci otak serta mendoktrin orang-orang yang menjadi target rekrutmen bagi kelompok berpaham radikalisme”, demikian tutur Hadi Nainggolan.

Selanjutnya, Hadi Nainggolan mengatakan bahwa acara Dialog Kebangsaan ini akan mengundang berbagai lapisan masyarakat, baik ormas, organisasi kepemudaan, pegiat sosial, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, aktivis lintas generasi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. “Intinya kita ingin mendengar masukan dari berbagai pihak terkait isu terorisme dan radikalisme yang kian hari makin liar berkembang ditengah-tengah masyarakat.” , tambah Hadi Nainggolan yang Juga Pengusaha Muda di Jakarta tersebut.

Pada acara ini juga diadakan pelantikan Pemuda JBMI. Hal ini merupakan kontribusi nyata dari JBMI untuk membentuk para pemuda yang berwawasan luas, mempunyai spririt entrepreneur, berjiwa kepemimpinan, serta mencintain Bangsa dan Negaranya. Pemuda-pemuda tersebut dipersiapkan menjadi calon pemimpin Bangsa yang mampu membawa perubahan besar untuk kemajuan Indonesia.

Pembicara yang akan mengisi Dialog Kebangsaan ini antara lain: Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Pusat, DPP JBMI, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, serta Kepolisian Republik Indonesia.

Acara Dialog Kebangsaan ini sendiri sifatnya terbuka untuk publik, dengan terlebih dahulu registrasi kepada pantia. Panitia juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat yang ingin menyumbangkan pemikirannya terhadap isu terorisme dan radikalisme untuk bisa bersama-sama hadir dalam acara tersebut. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 13 =