Bupati Pemalang Lakukan Panen Perdana Padi INPARI UNSOED 79 Agritan

0
138

Pemalang, Harian Pemalang – Pemalang merupakan daerah agraris yang menjadi penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah. Dengan di dukung oleh 14 kecamatan Kabupaten Pemalang menjadi penyedia lahan pangan nomor 2 di Jawa Tengah.

“Dari Provinsi Jawa Tengah telah memerintahkan untuk mempertahankan lahan pangan yang ada di Kabupaten Pemalang sebagai ketahanan pangan di Jawa Tengah serta nasional. Dengan adanya varietas jenis padi baru INPARI UNSOED 79 Agritan yang dikembangkan oleh UNSOED supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan hasil produksi padi yang ada di Kab.Pemalang bisa meningkat.” ungkap bupati Pemalang H.Junaedi ketika memberi sambutan dalam rangka panen Perdana Padi Varietas ” INPARI UNSOED 79 Agritan “Spesifik lahan Sali yang di selenggarakan oleh dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Selasa (15/8) di tengah persawahan dusun Tinggkir Desa Nyamplungsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang.

Selain bupati Pemalang H.Junaedi dan sekitar 100 orang perwakilan Petani dari kabupaten Pemalang , Kabupaten Tegal Kabupaten Batang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kebumen yang menghadiri panen perdana ini, hadir pula Dr. Ir Jumain APP MSi, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Dr. Ir.Ahmad Ikbal Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Suprayitno Ketua penyelenggara, Muspika Kecamatan Petarukan dan Perangkat desa Nyamplungsari.

Ahmad Ikbal Rektor Unsoed dalam sambutannya mengatakan bahwa Unsoed telah menghasilkan bayak sarjana dan telah melakukan banyak penelitaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bukan hanya bermanfaat bagi kepentingan peneliti.

“Dari Unsoed telah menghasilkan tiga varietas jenis padi yaitu padi jenis aromatic, Jenis Padi yang mengandung Besi ( untuk kepentingan kesehatan ) dan Jenis Padi Inpati UNSOED 79 Agritan. Diharapkan kedepan di Kabupaten Pemalang bisa  memanfaatkan varietas padi yang telah dikembangkan oleh penelitian Unsoed sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas serta produksi padi bisa meningkat.” ungkap Rektor Universitas Negeri di Purwokerto ini.

Senanda rektor, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr. Jumain mengemukakan, bahwa dengan Nawacita yang diusung oleh presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla supaya membangun berawal dari daerah pingiran sehingga semua lini bisa tercapai dan tepat sasaran. Sampai dengan saat ini kita belum bisa memanfaatkan apa yang terdapat di Negara Indonesia dan sebenarnya bayak yang bisa dikelola serta dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Sekarang ini bayak sarjana lulusan dari perguruan tinggi tidak memilik kemampuan dan hanya mendapatkan ijasah saja sehingga tidak memiliki kemampuan, kedepan perguruan tinggi diharapkan bisa memperoleh sarjana yang berkompeten dan mumpuni untuk bisa menguasi apa yang telah dipelajari di Universitasnya sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kedepan hasil penelitian yang telah dihasilkan oleh setiap perguruan Tinggi bisa bermanfaatkan bagi masyarakat dan pemerintah akan bemberikan biaya untuk penelitian tersebut. Apabila masyarakat membutuhkan fasilitas untuk menumbuh kembangkan industri yang ada diwilayah dari pihak Kemenristekdikti bisa memfasilitasi sehingga hasil produksi bisa meningkat.” ungkap Dirjen Kemenristekdikti.

Acara di tutup dengan tanya jawab peserta. (Red.HP/SE )

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 9 =