Bruno, Ibukota Darurat Jawa Tengah 1948 M

0
295
Purworejo, Harian Pemalang – Bruno adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Dinamakan “Bruno” pada zaman dahulu ada pahlawan yang bersembunyi di bruno karena di kejar kejar tentara Belanda, karena dicari cari tidak ketemu dalam bahasa jawa “diburu ora ono” (diburu tidak ada) menjadi Bruno. Kecamatan Bruno merupakan kecamatan di kabupaten purworejo yang seluruh wilayahnya adalah pegunungan. Terletak di barat laut dari Kota Purworejo dan sebelah utara dari kota Kutoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan kabupaten Wonosobo di utara dan barat serta kecamatan Kemiri di selatan dan timur. Kecamatan Bruno juga merupakan sentra buah durian di Kabupaten Purworejo. Di Bruno udaranya masih sangat bersih dan segar begitu juga dengan air yang ada di sungai masih sangat jernih.
Ternyata Bruno Pernah Menjadi Ibukota Jawa Tengah
Wilayah kecamatan Bruno yang berada di pegunungan dan masih memiliki hutan luas ternyata sempat menjadi lokasi perjuangan. Dalam masa revolusi fisik (1945-1949) wilayah Bruno menjadi markas persembunyian para pejuang kemerdekaan. Bahkan, pada 1948-1949 Bruno menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah “Dalam Pelarian” karena saat itu Semarang dikuasai Belanda.
Dikutip dari buku “Bunga Rampai Kisah-Kisah Kejuangan 45 (buku yang disusun dari kumpulan kesaksian para pelaku sejarah perang kemerdekaan di Purworejo)”, saat itu Gubernur Jawa Tengah KRT Wongso Nagoro menempati rumah Dul Wahid, penduduk desa Kembangan. Keberadaan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah di desa Kembangan, Bruno didukung oleh “Pemerintahan Militer” di masa perang kemerdekaan II. Terdapat satu batalyon TNI yang membawahi dua peleton dan empat kompi pasukan yang dipimpin R Sroehardoyo.
Hal yang sangat mengharukan adalah diadakannya upacara peringatan empat tahun merdeka yang dipusatkan di desa Kemranggen, Bruno. Upacara tersebut dihadiri segenap jajaran TNI dan masyarakat setempat. Dalam buku setebal 86 halaman tersebut ditulis bahwa petilasan pemerintahan Jawa Tengah di Bruno masih bisa ditemui. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + 9 =