“Indonesia Lebih Berkasih Sayang” Dalam Do’a Bersama Kodim 0711 Pemalang

0
96

Pemalang, Harian Pemalang – “Indonesia Lebih Berkasih Sayang” merupakan tema yang diangkat dalam rangka do’a bersama dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kodim 0711 Pemalang didukung oleh seluruh elemen dan lapisan masyarakat melaksanakan do’a bersama di masjid, gereja, pura dan tempat bibadah lainnya, pada pukul 17.00 wib sampai 18.35 wib, Kamis (17/8/2017).

Dalam do’a bersama bagi umat Islam, Kodim 0711 Pemalang memusatkan do’a bersama ini di masjid Alhidayah, Jl. Pemuda, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang. Sekitar 250 muslim berkumpul untuk berdoa bersama. Terlihat hadir dalam kegiatan Letkol Inf Edi Supriyadi SS MM MTr ( HAN ). Dandim 0711/Pml. Para Habaib, Ulama dan tokoh Masyatakat Kabupaten Pemalang. Fadli fadil Stpn Mm KaBPN Pemalang, para Hafaiz Kabupaten Pemalang, perwakilan dari organisasi keagamaan LDII, MTA, Muhamadiyah dan NU, anggota TNI dan PNS Kodim 0711/Pemalang , MINVETCAD.
Serta para Santri dari Perwakilan Pondok Pesantren Kabupaten Pemalang.

 

Purnomo, S.H., selaku Ketua takmir Masjid Alhidayah sangat mengapresiasi dan mengucapakan banyak terimakasih atas kepercayaan, masjid Al Hidayah dijadikan dijadikan Tempat untuk Doa bersama dalam rangka 171717 untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang. Lebih lanjut Purnomo mengajak semua yang hadir guna Ngaji dan berdoa bersama untuk Negara kita Republik Indonesia dengan penuh keikhlasan bisa menyelesaikan murojaah dengan baik, ungkapnya dalam menyampaikan sambutan selaku tuan rumah.

“Dengan Indonesia yang lebih kasih sayang, Indonesia yang makin saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman, kita semua tentu juga berdoa semoga kebersamaan dan ikatan yang sangat baik ini akan menjadi landasan yang kokoh dalam menggelorakan persatuan bangsa,” kata Panglima TNI dalam sambutannya pada acara Doa Bersama dan Muroja’ah “171717”, ungkap Dandim 0711 Pemalang Letkol Inf Edi Supriyadi SS MM MTr ( HAN ) membacakan sambutan Panglima TNI Jenderal Gatut Nurmaty

Persatuan yang dimaksud adalah persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang sangat indah dan kaya; persatuan dan kesatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika; dan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Memaknai kemerdekaan yang telah dinikmati bersama selama 72 tahun sudah sepatutnya untuk disyukuri karena Indonesia tidak hanya dikaruniai kemerdekaan, tetapi juga karena dilahirkan sebagai bangsa patriot petarung dan sekaligus bangsa pemenang.

“Atas karunia inilah, sekalipun harus dicapai melalui perjuangan darah dan air mata segenap anak bangsa kita dapat meraih kemerdekaan,”ungkap jenderal melalui Dandim 0711 Pemalang.

Melalui perjuangan anak bangsa yang percaya kepada kemampuan sendiri, dengan senjata apa adanya, seraya menggelorakan semangat gotong royong, sehingga memunculkan energi sosial yang mengobarkan semangat “Merdeka Atau Mati”.

Energi sosial tersebut, lanjut Gatot, bisa muncul karena mobilisasi kekuatan umat, santri, dan pemuda serta segenap komponen bangsa oleh para Tokoh Agama, Ulama, Kyai, Habaib, Pendeta, Pastor, Pinandita, Biksu dan Tokoh Nasionalis.

“Dilandasi semangat persatuan dan keinginan besar untuk merebut kemerdekaan, para tokoh bangsa, utamanya para tokoh agama, saat itu mampu menjadikan pilihan ‘Merdeka Atau Mati’ sebagai senjata pamungkas untuk mendobrak belenggu penjajahan dan meraih kemerdekaan, menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat di tanah air Indonesia,” katanya.

Menurut dia, kalimat “Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan Dengan Didorongkan Oleh Keinginan Luhur” sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, mengandung arti bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa sehingga bangsa Indonesia wajib bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini.

“Kita juga harus ingat bahwa kemerdekaan Indonesia direbut atas dorongan keinginan luhur segenap bangsa Indonesia, disertai pengorbanan harta, jiwa dan raga, para syuhada pahlawan kusuma bangsa, karenanya kita juga wajib mendoakan agar Allah melimpahkan Rahmat dan kasih sayang-nya kepada para pahlawan kusuma bangsa yang rela berkorban demi ibu pertiwi, berjasa besar dalam meneguhkan kedaulatan negeri,” paparnya.

Sebagai generasi penerus penikmat kemerdekaan, Panglima TNI mengajak agar sama-sama memohon kepada Allah Yang Maha Pencerah agar menerangi bangsa Indonesia dengan cahaya ilmu dan kearifan agar masyarakat Indonesia pandai merawat kemerdekaan, diberikan kekuatan untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga Pancasila, merawat dan memperkokoh ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, serta menggelorakan tradisi semangat gotong royong.

“Pada saat yang sama, kita juga memohon agar selalu dianugerahi kekuatan, kesabaran, ketekunan dan kasih sayang dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, berkepribadian serta adil dan makmur bagi seluruh rakyat indonesia,” tuturnya.

Panglima mengemukakan hari ini tidak saja menjadi bagian dari rasa suka cita bersama dalam memperingati 72 tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi yang lebih penting lagi dengan kehadiran kita bersama di tempat ini dan juga di ribuan tempat di seluruh penjuru tanah air, kita meneguhkan sikap bersama sekaligus menggelorakan semangat bagi terwujudnya Indonesia yang lebih kasih sayang.

Do’a bersama ini diditutup dengan Doa Khotmil Quraan oleh Habib Muhdor asegaf. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × one =