Petani Desa Pesaban, Karangasem Bali Tingkatkan Kesejahteraan Lewat Bunga

0
412
Pintu masuk Kabupaten Karangasem, Bali. Petani Desa Pesaban tingkatkan kesejahterannya lewat berkebun bunga
Artikel/Opini Masyarakat 
Oleh : I Wayan Budiartawan
Karangasem, Bali, Harian Pemalang – Kaum petani di Desa Pesaban, Kecamatan  Rendang, Kabupaten Karangasem Bali tidak tinggal diam. Mereka menaklukkan ganasnya alam dengan menanam bunga  sebagai selingan tanaman padi di sawah. Dua ratus orang petani menjadikan bunga sebagai komoditi pertanian  yang dapat menambah pendapatan sehingga ekonomi penduduk desa semakin bergeliat.
Lahan persawahan  sangat sempit. Per-KK  warga desa maksimum hanya memiliki tanah 40 are. Penduduk padat menimbulkan gejolak sosial.  Tanpa bekal pendidikan yang memadai, pemuda desa  ke kota merantau untuk menjadi buruh bangunan. Mereka sebagian besar menjual tenaga kasar pada proyek-proyek  yang dikendalikan oleh para cukong.
Perempuan remaja mulai diijon para juragan untuk dijadikan PRT. Tenaga murah sebagai babu dengan tugas utama mencuci, menyeterika.  Perempuan tanggung yang masih belia membanting tulang mulai dari memasak di dapur sampai mengasuh bayi. Gaji mereka pas-pasan dibandingkan keringat yang harus dikeluarkan, bekerja keras demi majikan.
Bunga menjanjikan uang tunai di pasaran. Para petani melongok lahan pertanian mereka sekali lagi. Bunga tidak perlu lahan yang banyak. Bunga tumbuh dengan baik di lahan sempit yang ada. Bila dibandingkan dengan tanaman sejenis seperti misalnya palawija di masa lalu, bunga hasilnya jauh lebih melimpah.
Tiap petani mengantungi uang hasil panen bunga minimum Rp 20.000 per kg untuk sekali musim tanam. Kehidupan rakyat sekarang semakin meningkat kesejahteraannya. Warga desa bawa-bawa Smartphone ke sawah-sawah untuk memasarkan bunga. Tukang pengepul menjemput bunga ke sawah langsung. Bila dijual di pasaran, pengepul menarik keuntungan besar.
Bunga diperlukan sebagai bahan pembuat sabun. Sabun mandi harum Mirabella contohnya terbuat dari bunga. Demikian juga  industri parfum alias minyak wangi terbuat dari penyulingan bunga. Cara berpikir baru dalam proses bertani. Menghasilkan bunga sebagai produk utama pertanian. Dua ratus orang petani mengubah nasib mereka dengan menanam bunga di Desa Pesaban.
Curah hujan yang cukup tinggi di Desa Pesaban membuat tanaman apa saja tumbuh alami dengan suburnya. Iklim berubah dari musim panas  ke musim hujan, mengalami pergantian tiap 6 bulan sekali. Desa Pesaban terletak di dataran tinggi, kurang lebih 1000 km di atas lautan. Dua ratus petani di Desa Pesaban  menyaksikan lahan mereka bersemarak dengan warna-warni aneka bunga, sebagai harapan baru akan hari esok yang lebih baik. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =