Banjir Rob Di Semarang Sukar Diatasi, Dede Sudiro Hadir Tawarkan Solusi

0
92
Semarang, Harian Pemalang – Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi banjir rob di wilayah Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah.  Mulai dari menambah pompa besar dengan kekuatan 250 liter per detik, hingga memasang tanggul sementara. Namun, konsistensi banjir di Semarang tetap saja terjadi.

“Air pasang dari laut tetap masuk ke jalan, hingga ke dalam rumah- rumah warga. Pada jam tertentu ketinggian air bahkan bisa mencapai 50 sentimeter,” ujar bakal calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Dede Sudiro ketika dihubungi Sabtu (26/8).

Adapun salah satu faktor yang menyebabkan banjir rob sukar diatasi adalah karena penataan bangunan yang kurang tepat sehingga mengakibatkan penurunan tanah yang berdampak pada masuknya air laut ke daratan.

“Penurunan tanah bisa diakibatkan karena beban pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang tidak sesuai dengan kondisi tanah. Selain itu, pengambilan air tanah secara berlebihan juga mengakibatkan kosongnya volume ruang pada bagian bawah tanah,” imbuh anggota DPRD Jateng Fraksi PDIP, ini.

Untuk itu dirinya menyatakan bila nantinya diamanahi sebagai pemimpin baru Jawa Tengah, Dede ingin mengembangkan sistem polder sebagai suatu cara penanganan banjir dengan bangunan fisik yang meliputi sistem drainase, kolam retensi, tanggul yang mengelilingi kawasan, serta pompa dan pintu air. Dirinya juga menyatakan ingin membatasi pembangunan di wilayah resapan air.

“Jadi, kedepannya kita ingin menerapkan sistem ini tentunya setelah dilakukan perencanaan yang matang kemudian kita laksanakan secara terpadu karena pembangunan sistem polder tidak dapat dilakukan secara sendiri- sendiri,” terang pria yang saat ini menjabat sebagai Fungsionaris DPD PDIP Jateng, tersebut.

Seperti diketahui luas genangan rob saat ini diprediksi seluas 9.500 hektar atau setara sepertiga luas wilayah Kota Semarang yang mencapai 37.360,947 hektar. Dalam jangka waktu sembilan tahun terakhir, luas genangan rob di Semarang bertambah 5.000 hektar. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + 11 =