Beternak Jangkrik Di Karangtalok, Tingkatkan Kesejahteraan Warga

0
307

Pemalang, Harian Pemalang – Jangkrik merupakan salah satu makanan burung yang saat ini dibudidayakan oleh berapa warga  di desa Karangtalok, Kecamatan Ampelgading.   Dengan berternak Jangkrik mampu mengangkat perekonomian warga, hal ini dibuktikan oleh Faktur salah satu warga Karangtalok yang hampir setahun budidaya jangkrik.

Dari segi ekonomi berternak jangkrik memberi peluang bisnis yang relatif menguntungkan, karena setiap kandang dapat  memperoleh keuntungan bersih sebesar  200-400 ribu per bulan.

“Keuntungan yang diperoleh dari budidaya ternak jangkrik ini sangat lumayan. Semua ini karena himbauan dari Kepala Desa dan Bumdes,” kata Fatur warga Karangtalok.

Proses budidaya sendiri dilakukan dengan menetaskan telur yang dicampur dengan sekam kayu sebanyak  2 ons. Campuran telur tersebut  diberi  sekam kayu sebanyak  0,5 kg yang dibasahi air, kemudian dibungkus menggunakan kain basah selama lima hari. Setelah mentas, jangkrik jangkrik muda ini  dimasukan kandang dan diberi makan berupa pelepah pisang atau batang daun papaya. Proses pemeliharaan sampai panen membutuhkan waktu 25 hari, satu kandang dapat  menghasilkan 30-50 kg jangkrik.

“Saat panen, langsung dibungkus dengan kandi kresek, di tali kemudian bisa langsung dijual. Keuntungan perkandang bisa mencapai 200-400 ribu, apabila memiliki 48 kandang tinggal menghitung,” ujar Karnoto Kepala Desa Karangtalok.

Keuntungan itu sudah bersih, karena sudah dipotong dengan biaya pemeliharaanya.

Pemasaranya sendiri tidak terlalu rumit, karena sudah ada pihak yang mengambil untuk dikirim keluar kota.

“Saya berharap supaya warga memilki kreativitas dan inovasi terutama dalam budidaya Jangkrik.  Ini  agar mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Dengan budidaya tersebut warga mempunyai penghasilan tambahan dan modalnya tidak begitu banyak,”  ujar Karnoto Kepala Desa Karangtalok. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 5 =