Kanjeng Nabi Muhammad itu Duta Islam

0
101
Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1, yang digelar pada tanggal 3-4 September 2017. Kegiatan yang berlokasi di Pondok Pesantren Putra Putri Al-Asror, Jalan Kauman 1 Patemon, Gunungpati, Kota Semarang.

Semarang, Harian Pemalang  – Abdullah Badri pengelola dan penanggungjawab kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1, mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Duta Islam yang harus ditaati dan diimplementasikan ajarannya. Sebab, menurut dia, ajaran Nabi Muhammad Saw sangat ramah, toleran dan humanis.

“Anda tahu, apa tujuan diutusnya Nabi Muhammad ke dunia? Tujuannya adalah rahmatal lilalaamin,” beber Badri dalam pembukaan Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1, yang digelar pada tanggal 3-4 September 2017. Kegiatan yang berlokasi di Pondok Pesantren Putra Putri Al-Asror, Jalan Kauman 1 Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu malam (3/9/2017).

Menurut dia, slogan Duta Islam dilatarbelkangi dari prinsip itu. Penanggung jawab acara MACDI itu juga membeberkan, bahwa prinsip rahmatal lilalamin tidak boleh sekadar ketahui, melainkan harus dipraktikkan dalam bermedia. Sebab, selama ini banyak media-media milik kaum wahabi yang selalu bernada provokasi, menebar kebencian, mengaku paling benar dan menghina ulama-ulama Indonesia.

“Prinsip rahmatal lilalamin itu diterjemahkan Dutaislam.com yaitu untuk kebenaran tanpa teror. Intinya adalah rahmatal lilalamin,” ujar dia.

Abdullah Badri menjelaskan logo Duta Islam juga terinspirasi dari konsep itu. “Itu logonya api, ya Muhammad,” lanjut dia.

Menurut dia, hal itu menjadi inspirasi Duta Islam yang selama ini menjelaskan prinsip Islam Ramah.

Ia juga menjelaskan bahwa mentakabburi orang takabbur adalah sedekah. “Makanya jenengan kalau menyebar berita yang melawan berita hoax dari minhum itu adalah sedekah,” beber dia.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Dutaislam.com Abdulloh Hamid, menjelaskan bahwa hadirnya website Duta Islam hadir berawal dari prinsip NU yaitu ramah. “Teman-teman di Duta Islam, intinya melakukan ijtihad. Kalau salah dapat satu, kalau benar dapat dua pahala,” ujar dia.

Sejak berdiri 2015, Duta Islam telah melakukan berbagai perannya dalam membela kiai, ulama dan NU serta menjaga NKRI.

Salah satu pembelaan Duta Islam terhadap kiai dan ulama NU adalah kasus KH. Said Aqil Siraj Ketua Umum PBNU tentang makelar tanah di Malang, ternyata memang fitnah. “Kami dari Duta Islam menerjunkan tim pencari fakta di lapangan dan ternyata berita itu adalah fitnah,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu, hadir Savic Ali  CEO NU Online, Islami.co dan penggagas Aplikasi Nutizen.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Asror Semarang, mengatakan bahwa puncak dari kegiatan itu adalah menjaga akidah ahlussunnah waljamaah. “Titik akhir dari perjuangan kita adalah masuk surga berjemaah makanya kita harus totalitas menjaga,” lanjut dia. (Red.HP/Ibda).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + three =