Hilirisasi Riset UNDIP Dukung Potensi Kuliner Unggulan Pemalang Lewat Teknologi Tepat Guna

0
95
program IbM tersebut, tim dosen yang terdiri atas Ir. RTD Wisnu Broto, MT, Fahmi Arifan, ST, M.Eng dan Eka Yunila Fatmasari, SKM, M.Kes, berupaya mendorong produktivitas UKM donat yang ada di Desa Moga melalui penerapan mesin pengaduk dan mesin pencetak donat. Dalam hal ini, masyarakat diberikan bantuan berupa mesin beserta pelatihan teknik penggunaannya dalam proses pembuatan kerajinan.

Pemalang, Harian Pemalang – Tim pengabdian dari Teknik Kimia Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali melakukan pemberdayaan dan penerapan teknologi melalui program Ipteks bagi Masyarakat atau IbM dengan sumber pendanaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Melalui program IbM tersebut, tim dosen yang terdiri atas Ir. RTD Wisnu Broto, MT, Fahmi Arifan, ST, M.Eng dan Eka Yunila Fatmasari, SKM, M.Kes, berupaya mendorong produktivitas UKM donat yang ada di Desa Moga melalui penerapan mesin pengaduk dan mesin pencetak donat. Dalam hal ini, masyarakat diberikan bantuan berupa mesin beserta pelatihan teknik penggunaannya dalam proses pembuatan kerajinan.

Menurut ketua tim IbM, Ir. RTD Wisnu Broto, MT, pemberian bantuan mesin beserta pelatihan teknis penggunaannya ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi donat yang selama ini masih dilakukan secara manual dengan alat sederhana.

UKM pertama yang menerima bantuan mesin adalah UKM Donut Linggo yang memiliki hambatan pada proses pencetakan adonan donut. Proses pencetakan donut dilakukan dengan tangan memakai bantuan kayu dan membutuhkan waktu yang lama sampai 1 jam untuk 4 kg bahan produksi. Hal ini menyebabkan ukuran donat yang tidak seragam, selain itu apabila permintaan pasar naik pada hari-hari tertentu, dikerjakan dengan tenaga manusia maka membutuhkan waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu tim pengabdian UNDIP memberikan bantuan teknologi berupa mesin pencetak mekanis otomotis yang dilengkapi dengan poros pengaduk dan conveyor.

UKM kedua yang menerima bantuan mesin adalah UKM Donat Hasan. Masalah yang dihadapi adalah peralatan yang digunakan untuk pencampuran adonan masih sangat sederhana dengan menggunakan tangan pekerja sehingga kapasitas produksi donut relatif kecil. Untuk itu, agar produktivitas meningkat, diperlukan penerapan teknologi tepat guna berupa alat mesin pencampur (pengaduk) mekanis otomotis yang dilengkapi dengan motor pengaduk.
Keberadaan program IbM dari Universitas Diponegoro ini disambut dan diterima dengan penuh antusias oleh UKM Donat di Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

Menurut pemilik UKM Donut Linggo, Sutono, dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dan dukungan teknologi yang diberikan oleh tim IBM Undip tersebut. Sutono juga menjelaskan bahwa keberadaan mesin pencetak donat sangat berarti UKM donat miliknya. Sedangan UKM donat Hasan mendapatkan mesin pencampur adonan, merasa sangat terbantu dengan kehadiran mesin tersebut karena mempercepat proses pencampuran adonan.(Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 3 =