Tim Pengabdian UNDIP Implementasikan Teknologi Tepat Guna Untuk Olahan Jahe Instan

0
98
Tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro berusaha yang terdiri dari Ir. Murni, MT, dan Fahmi Arifan, ST, M.Eng memberdayakan UKM produsen jahe instan dengan cara hilirisasi riset bidang alat produksi. Dua UKM yang menjadi sasaran pemberdayaan adalah UKM Jahe instan Yacher dan UKM Jahe instan An-Nisa yang berlokasi di Desa Pelutan, Pemalang.

Pemalang, Harian Pemalang – Jahe yang dalam nama ilmiahnya  Zingiber officinale, merupakan tanaman rimpang yang sangat terkenal sebagai rempah-rempah dan juga sebagai bahan obat. Memiliki rasa pedas yang dominan dikarenakan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk dalam suku Zingiberaceae (temu-temuan). Olahan jahe berupa minuman memiliki khasiat memberi rasa hangat pada tubuh, sehingga digemari oleh masyarakat, termasuk masyarakat Kabupaten Pemalang. Hal ini menjadikan UKM produsen jahe instan di Pemalang berkembang pesat.

Bahan baku yang digunakan untuk produksi minuman serbuk jahe meliputi: jahe emprit dan jahe gajah. Tanaman tersebut dikupas kulit jahe kemudian dicuci sampe bersih. Setelah itu diparut jahe yang sudah dicuci menggunkan alat pemarut tradisional, kemudian hasi parutannya ditambah dengan air lalu diperas. Hasil air perasan jahe diendapkan hingga mengendap. Lalu menuangkan air jahe yang sudah diendapkan ke dalam panci dengan menambahkan gula pasir kemudian mendidihkan larutan tersebut sambil diaduk. Sehingga membentuk kristal jahe hinga halus kemudian diangkat serbuk jahe siap untuk dikemas kedalam plastik kemasan.

Tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro berusaha yang terdiri dari Ir. Murni, MT, dan Fahmi Arifan, ST, M.Eng memberdayakan UKM produsen jahe instan dengan cara hilirisasi riset bidang alat produksi. Dua UKM yang menjadi sasaran pemberdayaan adalah UKM Jahe instan Yacher dan UKM Jahe instan An-Nisa yang berlokasi di Desa Pelutan, Pemalang.

Salah satu bagian dalam proses pengolahan minuman serbuk jahe UKM Yacher yang menjadi penghambat peningkatan kapasitas produksi adalah pada proses perebusan sari jahe. Proses perebusan sari jahe dengan pengadukan dilakukan dengan tangan dan harus melalui proses pendinginan terlebih dahulu sehingga paling banyak memakan waktu hingga 1 jam. Hal ini menyebabkan kapasitas produksi terbatas dan tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu diperlukan peralatan yang mampu mengatasi permasalahan ini, yaitu berupa granulator mekanis yang dilengkapi dengan pengadukan. Sedangkan masalah utama pada UKM Minuman Serbuk Jahe AN-NISSA adalah alat untuk memarut jahe manual atau konvensional masih menggunakan parutan sederhana dengan bantuan tenaga manusia dan mempunyai kapasitas 1 kg tiap menit. Untuk itu, agar produktivitas meningkat, diperlukan penerapan teknologi tepat guna berupa alat pemarut mekanis yang dilengkapi dengan pisau pencacah buah jahe.

Ketua tim pengabdian IbM, Ir. Murni M.T., mengharapkan kegiatan ini mampu memperkuat dan menumbuhkan kemampuan inovasi dan implementasi IPTEKS untuk menunjang potensi daerah. Bagi penerima bantuan alat, Yacher dan Nur Khomsah, kedua alat tersebut dirasa sangat membantu.

“Menggunakan peralatan yang modern ini, kami dapat dengan mudah mengembangkan produksi kami dan memperluas pasar”, kata Ibu Nur Khomsah di akhir sesi wawancara.(Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + two =