Pengelolaan Pasar Induk Sayur Dan Buah Pemalang Bagai Diculaké Ndase Dicekel Buntuté

0
180
Pengurus paguyuban pedagang Pasar induk sayur dan buah Kabupaten Pemalang

Pemalang, Harian Pemalang – Pengurus Paguyuban pedagang Pasar induk sayur dan buah Kabupaten Pemalang, menggelar jumpa pers yang dihadiri oleh ketua paguyuban Nurpandi, Penasihat Paguyuban Supriyanto, Bendahara, humas dan pengurus lainnya, di sekretariat paguyuban pedagang di komplek pasar induk sayur dan buah Kabupaten Pemalang, Jum’at (15/9/2017).

Pedagang Pasar Induk sayur dan buah Kabupaten Pemalang, melalui ketua dan pengurus paguyuban menanyakan dan meminta pemerintah kabupaten Pemalang untuk lebih cepat membenahi managemen pasar induk sayur dan buah yang telah diserahkan pengelolaan ke dinas koperindag Kabupaten Pemalang dari PDAU aneka usaha.

Sudah hampir satu bulan setelah pengelolaan pasar secara de facto diserahkan oleh PDAU aneka usaha ke disperindagkop Kabupaten Pemalang akan tetapi kelihatannya belum sepenuhnya secara de jure dipasrahkan ke diskoperindagkop tersebut.

“Pengambil alihan pasar masih Setengah-setengah, ini artinya ada yang menghambat, maka jika ada orang (baik pejabat maupun yang lainnya) yang menghambat pengambil alihan pasar ke dinas artinya orang tersebut tidak mau melihat Pemalang maju.” ungkap Nurpandi.

Sebagai rasa ungkapan kekecewaannya, Pandi mengatakan “Penataan pasar induk sayur dan buah ini seperti ngeculaké ndase ning buntuté dicekel (melepas kepalanya tetapi ekornya di pegang)

Lebih lanjut Nurpandi dihadapan para pengurus paguyuban lainnya menyatakan bahwa pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh pemerintah kabupaten Pemalang yaitu pekerjaan inspektorat untuk melaporkan hasil verifikasi aset pasar induk sayur dan buah kepada sekretaris Daerah dan diserahkan kepada diskoperindag. Belum terselesaikannya hal tersebut menyebabkan terhambatnya sistem administrasi pelayanan di pasar.

“Kepala pasar saat ini juga masih plt (pelaksana tugas) jadi belum sikap legal dalam melakukan tindakan-tindakan untuk kepentingan pelayanan pedagang pasar. Dan kami juga meminta kepada sekda Kabupaten Pemalang untuk tidak membuat Pernyataan-pernyataan yang menjadi blunder di lingkup bawah, seperti halnya terhambatnya pelaksanaan serah terima hasil verifikasi aset kepada dinas karena keinginan sekda yang minta mengakomodir SDM PDAU untuk dimasukkan kedalam laporan verifikasi dan inventarisasi aset.” ungkap Ketua paguyuban Nurpandi.

 

Nurpandi juga menyesalkan pernyataan Sekda Budhi Rahardjo di media cetak yang terbit di Jawa Tengah yang menyampaikan pernyataan bahwa pedagang tidak usah melakukan ancaman-ancaman demo.

“Itu yang kami sesalkan, kita pedagang tidak mau demo kalau pelayanan pemerintah untuk kepentingan pedagang pasar sayur dan buah lebih cepat di respon dan cepat di tanggapi serta di realisasikan harapannya. Bukan malahan mempersulit dan mempertahankan sistem yang amburadul.” tegas pendi di sekretariat paguyuban

Menanggapi claim dari pemkab pemalang dalam hal ini Sekda Budhi Rahardjo yang mengclaim bahwa PDAU aneka usaha mempunyai aset di pasar dibantah oleh pengurus paguyuban.

Ungkap Supriyanto, selaku penasihat dan sesepuh pasar induk menyatakan “PDAU itu tidak pernah membangun, yang ada memanfaatkan pedagang untuk mengeluarkan uang sendiri guna mbangun pasar tapi setelah itu pedagang suruh bayar uang sewa. Itu namanya penindasan gaya baru dengan memanfaatkan aset pemerintah untuk kepentingan pribadi perusahaan atau kelompok orang yang ada ada di PDAU”

Pedagang Pasar induk sayur dan buah pemalang juga meminta Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus (dugaan) korupsi PDAU di Pasar Buah dan sayur yang sudah dilaporkan paguyuban pedagang Bulan yang lalu. Dan kejari berjanji akhir agustus kemarin akan memberikan kabar kejelasan atas kasus yang di tangani. (Red.HP)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − ten =