Buminata, Tokoh Pemalang Sebagai Pejuang Agama & Bangsa

0
481
Launching dan bedah buku karya Akromi Mashuri yang berjudul Buminata (Tokoh Pemalang Sebagai Pejuang Agama & Bangsa" di gelar di Di Masjid Jami Annur Mandiraja, Moga, Pemalang, Rabu (20/9/2017) mulai pukul 13.00 WIB sampai 16.00 wib.

Pemalang, Harian Pemalang – Launching dan bedah buku karya Akromi Mashuri yang berjudul Buminata (Tokoh Pemalang Sebagai Pejuang Agama & Bangsa” di gelar di Di Masjid Jami Annur Mandiraja, Moga, Pemalang, Rabu (20/9/2017) mulai pukul 13.00 WIB sampai 16.00 wib.

Dalam Bedah buku ‘Buminata’ ini, selaku nara sumber KH. Isa Kafrawi (Ulama & Tokoh Masyarakat Pemalang), H. RM. Danar Purbaningrat, SH, MH. (Budayawan) dan Akromi Mashuri selaku penulis dengan dimoderatori Muaman Asfia.

Buminata, bagi warga sekitar. Mandiraja, moga dikenal sebagai seorang tokoh dan ulama pada masanya. Adanya buku tentang Buminata ini maka akan dapat diketahui perjuanganya dalam menyebarkan agama Islam.

“Saya menulis buku ini agar masyarakat tahu bahwa di Pemalang ada seorang tokoh ulama penyebar agama Islam yang hidup dimasanya. Mbah Buminata juga keturunan dari Keraton Mataram yang mengasingkan diri karena konflik internal perebutan kekuasaan,” kata Akronim Mashuri penulis buku Buminata.

Perebutan kekuasaan waktu itu terjadi antara VOC yang bekerjasama dengan Pangeran Puger untuk merebut kekuasaan resmi yang dipimpin Raja Amangkurat III. Karena kalah akhirnya Raja Mataram Amangkurat III diasingkan ke Sri Langka sedangkan keturunan diburu untuk dipenjara. Banyakan ak turunnya buang melarikan diri, ada yang mengasingkan diri ke Desa Mandiraja salah satunya anak kelima dari Raja Amangkurat 3 ini.
Berbekal ilmu tasawuf dan tauhid islami, mbah Buminata menyebarkan agama Islam di Pemalang.

“Atas jasa Mbah Buminata akhirnya islam berkembang di Pemalang dan menjadi ulama yang kharismatik pada masanya. Saya melakukan riset untuk menulis buku ini sekitar 1,5 tahun mudah-mudahan bermanfaat buat masyarakat sektarnya,”tandasnya.

Jika ditelusuri dari berbagai literature Buminata ini silsilahnya terputus-putus . Karena sengaja menutup diri untuk bersembunyi dari kejaran VOC yang bekerjasama dengan Pangeran Puger yang bergelar Pakuwono. Sehingga Buminata menetap dengan membangun dan membina masyarakat sebisa-bisanya. Buminata merupakan cerminan masyarakat karena tidak beda dengan Pangeran Diponegoro dan Sultan Agung.

“Dengan adanya bedah buku ini diharapkan supaya masyarakat akan mengerti sejarah. Terutama ulama lokal yang memilki jasa dalam membangun masyarakat Pemalang,’ ujar Danang pubaningrat Budayawan Yogyakarta (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 3 =