Anjing Kintamani, Anjing Khas Bali

0
206
fenotipe Anjing Kintamani mudah dikenal, dapat dibandingkan dengan jelas antara Anjing Kintamani dengan anjing-anjing lokal yang ada, ataupun anjing hasil persilangan antara ras yang sama maupun persilangan lainnya.

Artikel/Opini Masyarakat

Oleh : I Wayan Budiartawan

Denpasar, Harian Pemalang – Kintamani salah satu kecamatan di Kabupaten Bangli, Bali selain terkenal dengan berbagai obyek wisata alamnya juga memiliki salah satu anjing dengan ras terkenal yaitu anjing Kintamani (Canis Lupus Familiarise) .

Masyarakat Kintamani maupun pecinta anjing sudah banyak memuliabiakan anjing Kintamani ini sebagai hewan peliharaan  favorit, sehingga harga anjing Kintamani ini relatif mahal.

Anjing Kintamani ini memiliki  sifat pemberani ini sudah lama  dimuliabiakan sehingga dapat diakui oleh dunia internasional. Seperti di kutip dalam situs anjingkita.com Sejak tahun 1988, PERKIN menerbitkan Sertifikasi-Silsilah S.K. Ketua Umum PERKIN No. 11/KU/PP/III/1988 khusus untuk Penelitian Anjing Kintamani warna putih spesifik. Namun walaupun telah ditetapkan sementara, Pengamatan, Penelitian dan Pemuliabiakan terus ditumbuhkembangkan sampai Federation Cynologique Internationale (FCI) mensyaratkan pemilik kennel-kennel Anjing Kintamani yang terdaftar pada PERKIN memberikan hasil Pemuliabiakan fenotip pada generasi ke XV sama dengan generasi I dari minimal 10 kennel yang ada.

Secara fenotipe Anjing Kintamani mudah dikenal, dapat dibandingkan dengan jelas antara Anjing Kintamani dengan anjing-anjing lokal yang ada, ataupun anjing hasil persilangan antara ras yang sama maupun persilangan lainnya.

Standar fenotipe Anjing Kintamani meliputi ciri-ciri umum, sifat-sifat umum, tinggi badan hingga ke gumball, dasar pigmentasi kulit, bentuk kepala, telinga, mata, hidung, gigi , bentuk leher, bentuk badan, kaki dan ekor mempunyai kesamaan. Perbedaannya pada distribusi warna rambut dan ditetapkan pada tanggal 16 Oktober 1994. Standar ini dipakai sebagai acuan dasar pada setiap kontes anjing dan pameran Anjing Kintamani dan telah mendapat pengakuan PERKIN.

Salah satu ciri fenotype anjing Kintamani ini adalah kekhasan bulunya, distribusi warna rambut pada Anjing Kintamani dapat dikelompokkan menjadi 4 macam yaitu: Warna rambut putih sedikit kemerahan dengan warna coklat-kemerahan pada telinga, rambut di bagian belakang paha dan ujung ekornya.Warna hitam mulus atau dengan dada putih sedikit.Warna coklat muda atau cokiat tua dengan ujung moncong kehitaman, sering disebut oleh masyarakat sebagai warna Bang-bungkem.Warna dasar coklat atau coklat muda dengan garis-garis warna kehitaman, yang oleh masyarakat disebut warna poleng atau anggrek.

Pemuliabiakan maupun pemeliharaan anjing Kintamani secara tradisional oleh warga masyarakat Kintamani juga harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten Bangli pada khususnya maupun pemerintah pusat pada umumnya.

Dengan adanya pemuliabiakan, pemeliharaan yang baik bagi anjing Kintamani ini anjing tentunya agar menghindarkan citra anjing di Bali sebagai biang rabies. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 1 =