Nobar Film G30S/PKI Memberi Kesan Tersendiri Bagi Generasi Muda

0
253
Tidak kurang dari 3 ribu penonton dengan duduk lesehan dengan alas apa adanya, meramaikan acara nonton bareng film G 30 S/PKI yang digagas oleh Kodim 0711.

Pemalang, Harian Pemalang – Taman Patih Sampun, di jl. Gatot Subroto Pemalang, sabtu malam minggu (23/9/2017) hampir tidak mampu memuat pengunjung. Tidak kurang dari 3 ribu penonton dengan duduk lesehan dengan alas apa adanya, meramaikan acara nonton bareng film G 30 S/PKI yang digagas oleh Kodim 0711. Karena sempitnya lokasi, ratusan penonton pun menonton film dari balik layar.

Tampak hadir bupati Pemalang yang diwakili oleh kepala Dinas Kesbangpolinmas, Purjanto, Dandim 0711 Pemalang yang diwakili oleh Danramil Pemalang Kapten Eko Budi, tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota ormas PP, FKPPI, KNPI, dan semua komponen masyarakat Pemalang lainnya.

Tujuan nobar, yang merupakan Instruksi Panglima TNI, menurut Kapten Eko Budi agar masyarakat memahami sejarah yang telah terjadi di negara ini.

“Agar mereka (masyarakat) memahami, apa sejarah yang telah terjadi di negara kita sehingga sejarah-sejarah yang terjadi menjadi pemahaman warga negara Indonesia agar lebih mencintai negaranya, lebih mencintai bangsanya untuk bersama sama membangun bangsa ini kedepan menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang menghargai kesatuan dan persatuan dan kebhinekaan. Dan seluruh masyarakat dapat kembali bersatu padu membangun bangsa ini.” kata Kapten Eko Budi mewakili Dandim 0711 Pemalang.

Dengan nonton bareng film G 30 S/PKI harapan Kapten Eko Budi, agar masyarakat mampu memahami tentang sejarah bangsa Indonesia, sehingga generasi muda mampu menghargai jasa-jasa pahlawan.

Penonton sangat antusias menonton film tersebut sampai selesai, walaupun film sudah di edit dengan membuang beberapa bagian yang dianggap kurang baik untuk ditonton penonton segala umur.

Beberapa tanggapan dari generasi muda yang menonton film ini antara lain dari siswa SMP menyatakan ada sisi baik dan buruk dari film ini.

Edgar (14 tahun) siswa SMP Negeri 3 Pemalang mengatakan “Ada baiknya ada tidaknya. Baiknya untuk generasi muda untuk membela agama, negara agar tidak dicaci maki Partai Komunis Indonesia. Buruknya untuk generasi muda atau untuk anak-anak sebaiknya tidak menonton film ini karena banyak kekerasan, pembunuhan dan sebagainya.”

Pada lokasi yang sama, setelah menonton film ini Leodanuaji, Pemuda berusia 23 tahun berpendapat mengenai film ini bagus bagi generasi muda.

“Film ini sangat membantu V bagi warga negara Indonesia. Setidaknya Indonesia punya sejarah sangat pedih dulunya. Saran saya sih, cukup sudah Indonesia menumpahkan darahnya, karena dulunya sudah banyak (darah) yang tertimpa.” ungkap pemuda ini. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + 10 =