Simpan pil Koplo, Pemuda Ini Diamankan SatRes Narkoba Polres Pemalang

0
200
Barang bukti yang ditemukan Sat Res Narkoba Polres Pemalang, di Rowosari, Comal, Pemalang

Pemalang, Harian Pemalang – Salah seorang Pemuda Rowosari kecamatan Comal Pemalang, ES  (24 tahun) ditangkap dan diamankan Satuan Res Narkoba Polres Pemalang, Polda Jateng karena pelaku diduga menyalahgunakan obat daftar G  psikotropika jenis Clonazepam merk Riklona, Sabtu (23/9/2017) 

Penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi dari masyarakat tentang maraknya peredaran pil koplo di wilayah Comal dan sekitarnya.

Satuan Res Narkoba Polres Pemalang langsung melakukan penyelidikan dipimpin oleh KBO Sat Res Narkoba.

Polisi mengamankan ES (24) berikut barang bukti berupa Psikotropika Gol IV Jenis clonazepam (Riklona) sebanyak 19 strip @ 10 butir total 190 butir yang disimpan dalam kemasan kantong plastik di samping rumah tersangka.

Riklona clonazepam adalah derivatif dari obat bernama benzodiazepine. Benzodiazepine adalah obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan (obat penenang), tetapi juga efektif dalam mengobati beberapa kondisi lain. Mekanisme kerja benzodiazepine masih belum diketahui secara pasti. Namun yang pasti, obat Riklona bekerja dengan cara mempengaruhi neurotransmitter yang ada di otak, bahan kimia yang dikeluarkan dari saraf bagi berkomunikasi dengan saraf lainnya yang berada didekatnya. Salah satu neurotransmitter ialah asam gamma-aminobutyric atau GABA, yakni sebuah neurotransmitter yang menekan aktivitas saraf. Para ilmuwan sepakat dan percaya jika aktivitas yang berlebihan dari saraf telah menjadi penyebab dari kecemasan dan gangguan psikologis lainnya. Benzodiazepine akan mengurangi aktivitas saraf di otak dan juga sumsum tulang belakang. Semua jenis benzodiazepine dapat menyebabkan ketegantungan fisik. Termasuk juga penghentian obat yang secara tiba – tiba setelah penggunaan rutin setiap bulan, akan menimbulkan efek seperti depresi, kacau, insomnia dan bahkan merasa tak yakin diri. Karena itu obat – obatan yang mengandung benzodiazepine harus digunakan dengan pengawasan dari dokter.

“Obat ini hanya diberikan dengan pengawasan dokter utamanya kepada pasien yang mengalami kejang–kejang. Jadi diluar penggunaan tersebut, para pengguna Riklona ini dapat kita tangkap dan kita jerat dengan Undang–undang Psikotropika,” jelas Kasat Narkoba Polres Pemalang, AKP I Made Restu Semadhi.

AKP I Made Restu Semadhi juga mengingatkan kepada warga apabila menjumpai gelagat yang mencurigakan di sekitarnya agar segera melaporkan kepada Polisi.
(Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 3 =