Tanamkan Nasionalisme Melalui Latihan Kepemimpinan GSNI

0
152
Ratusan  siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK)  mengikuti Latihan Kepemimpinan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di desa penggarit, Kecamatan Taman, Sabtu - Minggu (23-24/9/ 2017

Pemalang, Harian Pemalang  – Ratusan  siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK)  mengikuti Latihan Kepemimpinan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di desa penggarit, Kecamatan Taman, Sabtu – Minggu (23-24/9/ 2017).

Dalam kegiatan tersebut ketua panitia, Fanny Iskandar menyampaikan bahwa latihan kepemimpinan ini sebagai upaya membangkitkan kembali jiwa nasionalisme yang selama ini terpuruk akibat adanya rasa individualisme yang semakin menghegemoni masyarakat Indonesia. Maka jangan sampai pemuda ikut meredup spirit nasionalsme nya, karena pemuda akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan. Harapanya dengan kegiatan ini kita di kalangan siswa mampu memberikan sumbangsih pemikiran bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pemuda di gadang-gadang sebagai agent of change, bahkan Bung karno pernah mengatakan “Berikan aku 1000 orang tua maka akan ku cabut semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia”. Sebesar itulah harapan bung karno terhadap pemuda Indonesia.
Sedangkan yang mengikuti Latihan dasar kepemimpinan di ikuti bukan hanya dari asal pemalang saja melainkan dari temanggung, dan Yogyakarta mengikuti kegiatan ini.

”Latihan kepemimpinan seperti ini sangat perlu bagi siswa sma/smk karena mereka dapat memahami makna pemimpin sejati dan nantinya juga mereka ketika menjadi petinggi Negara bisa memahami arti pemimpin sesungguhnya,” ujarnya

Fany juga menambahkan bahwa didalam latihan kali ini tidak hanya memberikan materi kepemimpinan namun juga ada beberapa materi lainnya.

“Latihan kepemimpinan kali ini banyak materi yang didapatkan seperti Nasionalisme Indonesia, Pancasila dan Marhaenisme. Karena kita juga tau bahwa bangsa hari ini tengah digoncang oleh isu-isu sectarian, dan paham-paham trans internasional yang tengah mengancam kebhinekaan Indonesia,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut seluruh siswa-siswi sangat antusias mengikutinya. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − three =