Ujian Skripsi, Ajang Hidup Matinya Mahasiswa Sebelum Sarjana

0
75
Persiapan Mahasiswa STAINU Temanggung, hadapi ujian skripsi
 Temanggung – Sebanyak 10 calon sarjana dari unsur mahasiswa dan mahasiswi STAINU Temanggung, hari Sabtu (30/9/2017) depan, akan mengikuti ujian munaqosyah gelombang I sebagai ujian akhir sebelum menyandang gelar sarjana. Mereka akan mempertahankan karya skripsinya dengan berbagai jenis penelitian dan temuan.
Bisa dikatakan, ujian skripsi atau munaqosyah menjadi ajang hidup dan matinya mahasiswa sebelum mendapat gelar dan ijazah sarjana. Kemungkinanya hanya dua, lulus dan tidak lulus. Biasanya, lulus tanpa revisi, atau lulus dengan revisi, bahkan tidak lulus dan wajib mengulang dengan revisi dan saran ilmiah dari dosen penguji.
“Totalnya untuk gelombong I ini adalah 10 mahasiswa. 7 dari dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 3 dari Al-akhwal Assyaksiyah (AS),” ujar Luluk Ifadah, M.S.I Ketua Panitia Ujian Munaqosah STAINU Temanggung, Jumat (29/9/2017).
Menurut Kaprodi PAI STAINU Temanggung inin ujian munaqosyah gelombang I pada tersebut akan dihelat besuk pada hari Sabtu tanggal 30 sept 2017, yang akan dimulai pukul 12.00-17.30 WIB.
Menurutnya, tahap ujian skripsi ataua ujian munaqosyah ini menjadi tahap akhir yang wajib dilakukan semua mahasiswa sebelum wisuda.
Dari skripsi yang masuk ke Panitia Ujian Munaqosyah STAINU Temanggung, ada beberapa jenis penelitian yang nanti akan dipertahankan mahasiswa di depan penguji. “Ada riset lapangan, ada penelitian tentang literasi dan banyak yang lain,” bebernya.
Sebelum sah menjadi sarjana sesuai disiplin ilmu dan prodinya, semua mahasiswa STAINU Temanggung diwajibkan menyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir setelah mereka melakukan perkuliahan, PPL, KKN dan kegiatan akademik lainnya yang memuat unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mulai dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. (Red.HP /HI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + thirteen =