Pedagang Pasar Randudongkal Yang Membandel Diangkut Ke Pasar Sementara

0
258
Penertiban   pedagang pasar dan parkir angkudes yang masih membandel dilaksanakan sesuai dengan musyawarah bersama dinas terkait, pedagang pasar dan paguyuban angkudes di area pasar induk Randudongkal Kab Pemalang Jawa Tengah
Pemalang, Harian Pemalang   –  Renovasi pasar Randudongkal yang mulai dan para pedagang Pasar sudah mulai direlokasi di pasar sementara. Akan tetapi masih ada beberapa pedagang pasar yang membandel berjualan di pasar lama. Disamping itu beberapa angkudes juga masih ada yang mengetem di pasar lama tersebut.
Oleh karena dilakukan penertiban  pedagang pasar dan parkir angkudes yang masih membandel dilaksanakan sesuai dengan musyawarah bersama dinas terkait, pedagang pasar dan paguyuban angkudes di area pasar induk Randudongkal Kab Pemalang Jawa Tengah dengan melibatkan personil dari satpol PP yang didampingi petugas dari Polsek Randudongkal, Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, Selasa (03-10-2017).
Kegiatan dilaksanakan kepada sekitar dua puluh pedagang pasar yang berjualan di badan jalan dan terhadap angkudes yang masih mengetem di sepanjang Jl Gatot Subroto Randudongkal, petugas menyisir dan membongkar serta membantu mengangkut dagangan.
“Tidak dilakukan penyitaan tetapi hanya pengangkutan ke tempat relokasi pasar yang baru sedangkan terhadap sopir angkudes yang masih mengetem di pasar induk yang sedang dibangun diberikan sanksi teguran dan diingatkan agar mematuhi kesepakatan bersama,” jelas Pjs Kepala pasar Randudongkal, Lathief Ghozali.
Lathief menegaskan bahwa pihaknya hanya menertibkan dan mendorong untuk pindah ke tempat relokasi pasar yang baru terhadap pedagang yang masih menggelar daganganya di badan jalan.
“Untuk menghilangkan kesemrawutan dan kemacetan di area pasar induk ini,” tegas Lathief Ghozali.
Sementara Kapolsek Randudongkal, Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, AKP I Ketut Mara,SH mengungkapkan pihaknya memberi pendampingan terhadap penertiban pedagang ini.
“Dan kami himbau agar semua pihak mematuhi kesepakatan bersama demi kebaikan bersama,” jelas I Ketut Mara.(Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − six =