Ade Kenzo Suarakan Pelayanan Kesehatan Dengan Jalan Kaki Longmarch Surabaya – Jakarta

0
211
Ade Kenzo Suarakan permasalah pelayanan kesehatan dengan Longmarch Surabaya - Jakarta dengan jalan kaki

Pemalang, Harian Pemalang – Masih banyaknya permasalah yang terkait dengan pelayanan BPJS, antara lain adanya batasan quota rawat inap, masyarakat masih bingung dengan adanya peraturan baru BPJS, masih bayarnya pasien BPJS dengan alasan diluar tanggung jawab BPJS merupakan sebagian alasan Ade Kenzo melakukan Longmarch jalan kaki Dari Surabaya sampai Jakarta untuk menyuarakan permasalah kesehatan yang dihadapi masyarakat terutama berkaitan dengan pelayanan BPJS.

Longmarch yang dilakukan seorang diri dengan kawalan belasan anggota KSPI dan Garda Metal FSPMI ini dilakukan sejak tanggal 19 September dan direncanakan selama 36 hari kedepan.

Setelah melewati Batang Dan Pekalongan, Ade Kenzo bersama kawan-kawan tiba di Pemalang dan disambut oleh Relawan kesehatan dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Pemalang maupun penggiat kesehatan, sosial media dan masyarakat umum lainnya, Jum’at (6/10/2017) dan rencananya akan menginap di GCC Pemalang.

Dalam sarasehan semalam (Jum’at malam) dengan Relawan DKR Pemalang serta masyarakat Pemalang lainnya di halaman GCC Pemalang, Relawan Jamkeswacth ini menyampaikan beberapa permasalahan yang terkait dengan pelayanan BPJS dan permasalahan permasalah lain seputar BPJS.

Ade Kenzo beserta Relawan Jamkeswacth mengadakan sarasehan dengan DKR Pemalang, penggiat kesehatan, penggiat sosial di GCC Gandulan, Pemalang 

Hal ini senada dengan press rilis yang dikeluarkan oleh tim Relawan Jamkeswacth bahwa masih perlu adanya pembenahan pelayanan kesehatan melalui BPJS dan peran serta pihak pihak terkait terutama RS dan masyarakat secara umum dalam peningkatan pelayanan kesehatan melalui BPJS.

Beberapa permasalah yang disoroti Ade Kenzo bersama Relawan Jamkeswacth antara lain kurangnya petugas BPJS di rumah sakit untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang bermasalah di rumah sakit, tidak adanya update pengeluaran biaya pasien BPJS terutama di RS swasta, suplai obat yang kurang sehingga RS masih membebankan ke peserta BPJS, pelayanan kesehatan masih susah ketika pasien berada di luar kota, sosialisasi di tingkat Rt, Rw yang masih minim, keterbatasan fasilitas kesehatan tingkat 1, data yang kurang valid, adanya kartu double. Serta harus adanya sanksi tegas bagi rumah sakit nyang menolak pasien dengan berbagai alasan.

Disamping itu Ade Kenzo juga menyoroti masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS.

Menanggapi hal ini, kepala BPJS Kabupaten Pemalang Parasamya Dewi Cipta ketika dihubungi lewat WA mengatakan kepada seluruh stakeholder bahwa setiap program perlu mendapat feedback. Selama untuk perbaikan, pasti akan dipertimbangkan oleh pembuat keputusan.

Rencananya hari ini sabtu (7/10/2017) Ade Kenzo dengan dikawal Relawan Jamkeswacth lainnya meneruskan perjalanan. (Red.HP)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 2 =