Menunggu Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pemalang Yang Pro Guru Non PNS

0
306
Gambar ilustrasi, tuntutan guru honorer akan kesejahteraan lebih baik

Opini Masyarakat 

Oleh : Dra. Nur Azizah, MPdI
(Pengurus PB PGSI Pusat, perwakilan PD PGSI dari Kabupaten Pemalang)

Pemalang, Harian Pemalang – Guru saat ini tidak hanya dituntut membuat administrasi lengkap dalam pembelajaran siswa misalnya RPP, silabus, analisis, daftar Nilai, penilaian sikap dan lain sebagainya. Demikian pula mendidik bukan hanya sekedar menjadi pendidik saja, karena tugas seorang guru itu agar anak didik menjadi insan yang berahlak mulia, berbudi pekerti luhur, berwawasan kebangsaan nasional, cinta tanah air, mau menghormati ke anekaragaman budaya bangsa Indonesia dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada dikotomi antara guru swasta dan negeri, karena sama-sama mencerdaskan anak bangsa, dengan tugas dan tanggung jawab yang sama.

Guru itu berat tugasnya, tidak hanya sekedar menyampaikan materi agar tuntas Proses Belajar Mengajar (PBM) nya, akan tetapi juga mempunyai kewajiban mengarahkan agar anak didik menjadi pribadi lebih baik, mempunyai etika, adab, sopan santun dan tata krama, serta memberi contoh hal hal tersebut kepada anak didik. Keberhasilan guru sejatinya manakala melihat anak didiknya yang tadinya yang belum pandai menulis menjadi pandai menulis, yang tadinya belum memahami calistung mampu dan pintar dalam calistung, yang tadinya belum mandiri menjadi lebih mandiri dan lain sebagainya.

Jadi tugas guru sebagai seorang pendidik sangatlah kompleks mulai memberikan motivasi, memberikan rasa percaya diri, melatih sikap, melatih mental agar berprestasi dan mampu memahami pembelajaran akademik dengan baik.

Guna mencapai hal tersebut tentunya harus ada kerjasama antara guru, orangtua/wali murid, serta pihak-pihak terkait lainnya. Misalnya yang sederhana dan simple, ketika waktunya anak belajar orang tua harus mengingatkannya, pada saat jam belajar upayakan orang tua mendamping, selalu menanyakan kegiatan apa saja yang di lakukan di sekolah dan mengingatkan ketika ada tugas-tugas dari sekolah, mempersiapkan jadwal dengan benar. Tanpa dipungkiri bahwa suksesnya seorang anak salah satu faktornya adalah peran orangtuanya.

Menilik peran seorang guru tanpa melihat status kepegawaian apakah pegawai negeri atau bukan, mendidik di sekolah negeri atau swasta, sebenarnya sama saja kedudukannya.

Oleh karena itu, diharapkan peran pemerintah pusat maupun daerah untuk memikirkan nasib , mensejahterakan, memberikan stimulan terhadap guru-guru yang bukan pegawai negeri sipil.

Kami dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) berharap pemerintah pusat dan daerah segera menetapkan suatu keputusan untuk mengalokasikan anggaran guna meningkatkan kesejahteraan guru non PNS, baik di lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan nasional maupun kementerian agama.

Sampai saat ini, menurut kami (PGSI) guru-guru non PNS masih kurang mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang layak.

Di Guru non PNS pun masih ada pembedaan yang cukup mencolok antara guru yang sudah mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), maupun inpassing (penyetaraan) dengan guru yang sama sekali belum mendapatkan hal tersebut. Hal seperti inipun pemerintah haruslah tanggap karena bagaimanapun tugas guru adalah sama.

Memang, kebijakan setiap pemerintah daerah berbeda-beda. Terutama di Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang, setelah di hapusnya tunjangan fungsional untuk guru honorer, saat ini belum ada gantinya. Padahal kami (guru-guru swasta dan non PNS) sangat berharap setelah di hapusnya tunjangan fungsional guru tersebut, pemerintah segera mengalokasikan penggantinya.

Selama ini usaha pengurus PD PGSI Kabupaten Pemalang sudah melakukan pendekatan, audiensi, dan memberikan penjelasan mengenai keadaan guru dilapangan kepada instansi terkait. Upaya baik dialog melalui DPRD komisi D, Dinas Pendidikan dan budaya, Kementerian Agama agar mau mendukung upaya agar pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut.

Pengurus PD PGSI Kabupaten Pemalang juga sudah mengajukan permohonan untuk mengadakan audiensi dengan Bupati Pemalang, akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan kapan pengurus PD PGSI Kabupaten Pemalang untuk diterima. Apabila upaya dari pengurus PD PGSI Kabupaten Pemalang tidak diperhatikan, guru-guru nyang bergabung dalam PGSI siap menyalurkan aspirasinya melalui unjuk rasa. (Red.HP/SE).

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − 5 =