Persepsi Masyarakat Mengenai Penutupan Calam

0
280

Opini Masyarakat

Oleh : Didik Setiawan
(Warga Mojo RT06/RW05 Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang)

Pemalang, Harian Pemalang – Satpol PP Kabupaten Pemalang, Rabu (11/10 /2017) kemarin merobohkan 31 bangunan yang dianggap melanggar peraturan daerah no 2 tahun 2013 tentang ketertiban, keindahan dan kenyamanan, serta dianggap menepati lahan milik pemerintah. Penghuni blok Siwarengyang juga terkenal dengan Calam, disinyalir menjadi pusat prostitusi di Kabupaten Pemalang.

Memang dilematis bagi Satpol PP ketika mengemukakan alasan penutupan blok ini, kalau alasannya prostitusi tentunya menjadi pertanyaan karena blok tersebut bukan lokalisasi PSK yang diijinkan oleh pemerintah, kalau tidak dibubarkan, kenyataan dilapangan, blok tersebut sebagai tempat prostitusi.

Dalam “lokalisasi Calam” ini tentunya obyek yang dinamakan Wanita Tuna Susila (WTS) guna penghalusan bahasa disebut Pekerja Seks Komersial (PSK).

Blok Calam yang sudah diratakan ini dulunya, sebagai tempat hiburan malam, banyak orang yang beraktivitas di dalamnya, mulai PSK, penyedia jasa kamar yang biasanya merangkap mucikari, tukang parkir, tukang cuci dan masih banyak yang lainnya yang beraktivitas di Calam.

Betul, banyak profesi yang masuk dan beraktivitas di blok tersebut. Akan tetapi “aktivitas prostitusi” inilah nyang menggerakkan roda ekonomi dan sosial di Blok Calam tersebut. Apakah para wanita yang melakukan kegiatan di dalam Calam itu Wanita Tuna Susila.? Bisa iya atau tidak.
Apakah para wanita yang suka nongkrong di dalam Calam itu kebanyakan Pekerja Seks Komersial.? besar kemungkinan iya, karena mereka biasanya PSK yang merangkap pelayan dipemilik warung yang merangkap mucikari.

Dalam peraturan daerah kabupaten Pemalang sudah ditetapkan bahwa bangunan liar yang menempati tanah milik pemerintah akan di ratakan atau digusur karena sudah diperingatkan tiga kali tidak di indahkan. Menurut Pemkab Pemalang, Tanah di blok Calam yang milik pemerintah rencananya akan di jadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Tentu penggusuran ini diharapkan mempunyai dampak positif terhadap K3 dan dampak positif secara sosial.

Akan tetapi mungkinkah penggusuran Calam yang disinyalir sebagai tempat prostitusi ini mengandung muatan politis?. Ketika penertiban ini merupakan pencitraan untuk menarik simpati masyarakat Pemalang dan sekitarnya, karena kita ketahui Bupati Pemalang saat ini sudah hampir tuntas masa jabatanya dan sekarang beliau sudah masuk di bursa bakal calon wagub dalam Pilgub Jawa Tengah nantinya.

Gaya eksekusi model seperti ini, secara politis pernah sukses sebelumnya, misalnya Tri Rismaharini Walikota Surabaya dengan Dollynya dan Ahok Gubernur DKI Jakarta dengan Kalijodonya.

Hasilnya memang sukses, mereka bisa di katakan pemimpin yang berani melawan bayang-bayang hitam. Sedangkan ditetangga Kabupaten, Belum6 lama ini Ki Enthus Susmono juga berhasil menutup Pelem an, Gang Sempit dan lainnya, lantas apa Bupati Pemalang meniru model sebelumnya dan malu karena tetangganya juga sudah mengeksekusi.?

Disini timbul harapan masyarakat, semoga Bupati Pemalang benar-benar mempunyai niat tulus dan memperbaiki kehidupan sosial masyarakat Pemalang.

Tindakan pengusuran ini memang diperlukan, karena akan difungsikannya RTH sebagai sarana untuk kebutuhan masyarakat sekitar Pantura melepas penat, refreshing, maupun tempat bermain anak-anak.

Setelah pengusuran ini tentunya pemerintah dalam hal ini pemkab pemalang tidak boleh lepas tangan, bagaimana kelanjutan hidup Pekerja Seks Komersial Calam tersebut? Pemerintah melalui intansi terkait diharapkan tidak akan tinggal diam, langkah selanjutnya mereka akan di bina dan di berikan keterampilan, di carikan lapangan pekerjaan yg lebih mulia. Hal ini untuk menghilangkan citra eks Pekerja Seks Komersial dari pandangan negatif di mata masyarakat, dengan upaya pembinaan agama/spiritual dan keterampilan serta pemberian lapangan kerja secara perlahan mereka akan pulih nama baiknya sebagai kodrat wanita seutuhnya. (Red.HP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − 15 =