Mesin Fotogranulator dari tim Hi Link UNDIP untuk Tingkatkan Produktivitas Industri Jahe Instan di Tlogowungu

0
80
Foto tim Hi Link bersama ketua KUB Jahe Instan Tlogosari saat pendampingan penggunaan alat

Temanggung, Harian Pemalang –  Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil jahe instan. Usaha pembuatan jahe instan di Kabupaten Temanggung ditunjang oleh banyaknya pohon jahe yang tumbuh di kawasan ini, sehingga bahan baku jahe instan mudah untuk didapatkan Salah satu industri jahe instan yang berpotensi terdapat di Dusun Krajan desa Tlogowungu kecamatan Kaloran kabupaten Temanggung diantaranya adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tlogosari. KUB Tlogosari ini diketuai Sukaesih dan yang membina sekitar 50 kelompok dengan total produksi sebesar 80 kg jahe instan.

Pemasakan  sari jahe menjadi jahe instan di KUB Tlogosari ternyata masih terkendala pada proses granulasi yang kurang sempurna, meskipun pengendalian suhu sudah dilakukan.  Hal ini terjadi karena proses pemasakan dilakukan pada suhu relatif tinggi untuk menghindari bakteri maupun mikroorganisme patogen yang masih hidup. Oleh karenanya, untuk memecahkan permasalah di KUB Tlogosari dengan cara mengadaptasikan alat pemasak berpengaduk mekanis dirasa kurang tepat.

 

Dalam rangka membantu dan memberdayakan produsen jahe instan KUB Tlogowungu, Universitas Diponegoro bersinergi dengan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta Bappeda Temanggung, menyelenggarakan Program Hi Link. Tim Hi Link ini diketuai oleh Ir. Wahyuningsih, M.Si dengan anggota Susatyo Nugroho Widyo Pramono, ST, MM dan Fahmi Arifan, ST, M.Eng. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan teknologi foto granulator vakum. Mesin ini terdiri atas tungku, granulator, pompa vakum, pengaduk dan sinar ultraviolet. Tungku dapat menggunakan bahan bakar biomassa yang banyak terdapat di lingkungan sekitar KUB. Granulator memiliki dinding dua lapis, api akan mengenai bagian bawah dinding luar granulator, yang berlubang, lalu akan mengalir ke celah antar lapisan yang memiliki alur spiral. Sepanjang alur tersebut gas asap akan bergerak dan memanaskan dinding granulator lalu keluar ke cerobong asap. Alur spiral akan menyebabkan waktu kontak gas asap dengan dinding akan lebih lama, sehingga pembakaran lebih efisien. Bersamaan dengan proses pemanasan, pompa vakum akan dinyalakan sampai tangki mencapai kevakuman tertentu.

Dengan kondisi tekanan tangki yang vakum, sari jahe kental akan mendidih pada temperatur yang lebih rendah, sehingga kualitas jahe instan akan lebih baik dan kebutuhan bahan bakar lebih rendah. Pengaduk yang memiliki sudu pada bagian bawah dan atas akan mencegah agar sari jahe kenatal tidak menempel pada tangki dan penguapan lebih cepat. Sinar ultraviolet akan mematikan bakteri patogen yang tidak mati pada temperatur rendah, sehingga jahe instan akan lebih higienis dan tahan lama. Setelah terjadi pemekatan jahe instan dikeluarkan melalui katup keluaran lalu dicetak sesuai bentuk yang dikehendaki. Katup keluaran akan mempermudah proses pengeluaran jahe instan dari granulator.

Ir. Wahyuningsih, M.Si sebagai ketua tim menegaskan bahwa sifat-sifat fisik dan kimia Jahe Instan menjadi lebih baik setelah penggunaan alat. Performa mesin dan ongkos produksi juga telah optimal sehingga terjadi peningkatan produktivitas di KUB Tlogosari. Di sisi lain, Sukaesih selaku ketua KUB Tlogosari sangat berterima kasih dengan adanya penerapan teknologi ini. Pada kesempatan tersebut, Sukaesih mengatakan “Pengrajin di KUB Tlogosari sekarang sudah punya solusi untuk menghasilkan jahe yang berkualitas. Biaya produksi juga tidak mahal, sehingga produk kami bisa bersaing di pasaran”.(Red.HP)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + four =