RPK Jateng Sosialasikan Ecobrick Untuk Atasi Sampah Di Pemalang

0
161
Russell Meirr pencipta Ecobricks asal Kanada pada saat di Magelang bersama Tanti Zaenal Arifin Istri Bupati Magelang dan para pegiat lingkungan

Pemalang, Harian Pemalang – Sampah merupakan salah satu permasalahan yang perlu dihadapi oleh semua pihak. Sampah domestik yang berasal dari limbah rumah tangga, baik berupa barang organik maupun anorganik perlu adanya penanganan yang menyeluruh.

Masalah sampah juga dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Pemalang. Sampah sampah yang ada di Kabupaten Pemalang hampir sebagian besar masuk ke dalam Tempat Pembuangan Akhir.

Gerakan bank sampah nyang digagas oleh komunitas masyarakat peduli sampah saat ini belum maksimal. Pola yang dilakukan oleh komunitas bank sampah di Pemalang baru sampai pada penampungan sampah sampah tersebut dan dijual sebagai barang rongsok ke pengepul ataupun Juragan besar barang bekas, belum sampai pada proses pengolahan sampah menjadi barang daur ulang.

Hal ini tentunya menjadi pemikiran tersendiri bagi para penggiat, pelaku komunitas bank sampah tidak ketinggalan pula Relawan Peduli Kemanusiaan Jawa Tengah (RPK Jateng) pimpinan Tarto Budi Harso.

Salah satu terobosan yang dilakukan oleh RPK Jateng antara lain membuat pelatihan pengelolaan sampah berupa ecobrick kepada para pelajar, mahasiswa, PKK, SKPD di Kabupaten Pemalang dan masyarakat umum.

Arti Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik hingga benar-benar keras dan padat. Tujuan dari ecobrick sendiri adalah untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Contoh pemanfaatannya adalah untuk pembuatan meja, kursi, tembok, maupun barang kesenian lainnya yang bahkan memiliki nilai jual. Metode ini terbukti mengurangi jumlah sampah plastik di Kanada, negara tempat bernaung pencipta Ecobrik ini, yaitu Russell Maier.

Beberapa waktu yang lalu Russell Meirr pencipta Ecobricks asal Kanada pada saat di Magelang bersama Tanti Zaenal Arifin Istri Bupati Magelang dan para pegiat lingkungan disela sela diskusinya mengatakan, perlunya pengetahuan masyarakat tentang plastik.

Dengan adanya pengetahuan tentang plastik, masyarakat akan tahu dan sadar bahwa limbah yang ditimbulkan oleh plastik sangat berbahaya apabila dibuang ke sungai karena akan mengakibatkan pencemaran sungai beserta ekosistemnya. Apabila dibakar akan mengakibatkan polusi udara dan tanah.

“Ecobrickslah permasalahan sampah plastik akan menjadi solusi yang sangat penting. Saya sudah melakukan dimana mana di berbagai negara termasuk di Indonesia, mengajak semua pihak untuk cinta lingkungan. saya6 sangat bangga ternyata di Pemalang sudah mulai (ada ecobrick) wow keren,dan saya akan datang kepemalang jika nanti di undang oleh RPK” kata t Rusaell Meir ketika menemui perwakilan dari Pemalang.

 

Oleh karena itu RPK jateng bersama team mengajak semua pihak agar bisa membuat pemalang menjadi KOTAKU yang Bersih. (Red.HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + six =