Jelang Hari Santri, MWC NU Moga Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

0
80
Pemalang, Harian Pemalang – Dalam rangka  memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 yang mengusung tema “Santri Mandiri,NKRI Hebat.” Majelis Wakil Cabang Nahdlotul Ulama (MWC NU) Moga mengadakan sejumlah kegiatan diantarannya lomba membaca kitab (Qiraatil Kutub) yang diikuti oleh sejumlah pesantren, majelis ta’lim, madrasah diniyah, dan banom-banom NU se Kecamatan Moga siang tadi yang di koordinasikan oleh Ust. Multazam di salah satu stasiun radio swasata Moga, Rabu (17/10 /2017). 

Perlombaan membaca kitab kuning / gundul yang diikuti oleh santri se Kecamatan Moga sangat baik dan bermanfaat karena mendorong dan meningkatkan perhatian serta kecintaan para santri terhadap kitab kuning, mendalami pengetahuan agama islam dari kitab kuning, mempererat silaturrahmi antar pondok pesantren dan mencetak ulama-ulama baru.

Acara ini diselenggarakan setiap 1 tahun sekali rutin pada tanggal 22 Oktober sebagai peringatan Hari Santri Nasional. Tujuan dari lomba Qiraatil kutub ini yaitu untuk memasyarakatkan kitab kuning, agar lebih mengenal kitab kuning, bukan hanya kalangan santri saja tetapi masyarakat juga. Selain itu, memberikan kesempatan kepada santri / alumni khususnya muda mudi agar lebih tertarik lagi dalam kegiatan fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikkan).

Perlombaan Qiraatil kutub yang diselenggarakan MWC NU, rata-rata didomisi oleh pesantren-pesantren yang dari masing-masing mengirimkan sebanyak 2 peserta yaitu 1 putra dan 1 putri. Kitab yang dilombakan yaitu kitab fatkhul qorib (Syaikh Muhammad bin Qosim Asy-Syafii).

Kriteria yang dilombakan meliputi :
1.Tatabahasa, dimana para peserta  harus memahami kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa.
2.Nahwu-Shorof, yaitu kaidah-kaidah Bahasa Arab untuk mengetahui bentuk kata dan keadaan-keadaannya ketika masih satu kata (mufrod) atau sudah tersusun (murokkab) yang termasuk didalamnya shorof yang merupakan bagian dari ilmu nahwu yang ditekankan pada pembahasan bentuk kata dan keadaan ketika mufrodnya.
3.Murodi, dalam bahasa santri yaitu memberika keterangan tentang bab yang telah dibacakan.

“Karna baru pertama kali diadakan disini, jadi baru 1 kitab yang dilombakan. Untuk kedepannya semoga dapat diikuti oleh segala kalangan bukan hanya para santri saja dan dengan kitab yang banyak juga sesuai dengan tingkatan.” Ujar Ust.Multazam Koordinator Lomba Qiraatil Kutub

Ust. Multazam juga menambahkan, hadiah yang diberikan berupa trophy dan uang pembinaan yang akan diumumkan pada hari Ahad, 22 Oktober 2017 setelah pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional di Alun-alun Moga. (Red.HP/admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + nine =