Sesarengan Mbangun Jawa Tengah Dalam Ngopi Bareng Ganjar Pranowo

0
166
Suasana akrab dalam dialog di ngopi bareng Gubernur, sesarengan Mbangun Jawa Tengah

Pemalang, Harian Pemalang – Road Show Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Brebes, Pemalang dan Pekalongan dijadwalkan rabu dan kamis (25-26/10/2017). Di Kabupaten Pemalang Gubernur Ganjar melakukan kegiatan ‘ngopi bareng Gubernur ” yang diselenggarakan di aula PTP Nusantara Semugih, Moga, Pemalang, Rabu malam (25/2017). Dan dijadwalkan hari ini (kamis, 26/10/2017) pencangan Bulan Bhakti Karang Taruna tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2017 yang diselenggarakan di desa Clekatakan, Pulosari, Pemalang.

Gubernur bersama rombongan datang dilokasi acara sekitar pukul 20.00 wib, langsung di todong untuk mengicipi kopi produksi petani Pulosari, Pemalang.

“Tadi juga diselenggarakan lomba sangrai dan cita rasa kopi disini.” jelas bupati H. Junaedi kepada gubernur Ganjar.

Gubernur mengcicipi kopi Robusta Pulosari. Dan mengatakan merasa bangga terhadap rasa kopi Pulosari yang khas dan juga mengapresiasi terobosan pemkab pemalang dalam mempromosikan kopi Pemalang tersebut.

Sebelum acara ngopi bareng dengan tema “Sesarengan Mbangun Jawa Tengah” gubernur berkenan memberikan bantuan secara simbolis kepada desa Banyumudal désa Pulosari berupa bantuan keuangan dari pemerintah provinsi Jawa Tengah. Selain itu diserahkan pula Kartu Jateng Sejahtera (KJS), bantuan listrik murah, kredit mitra jeteng dan bantuan untuk perpustakaan.

Ngobrol bareng bersama gubernur ini dihadiri oleh kepala desa se kabupaten Pemalang, Karang Taruna, KPMD dan perangkat desa, pelaku usaha, koperasi, UMKM, Relawan bencana BPBD, Tagana, Tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Kabupaten Pemalang, ormas Ansor, Banser, Pemuda Pancasila dan masyarakat umum lainnya, serta kepala dinas OPD dan Forkopimda Pemalang. Setting tempat dibuat akrab dengan lesehan bareng sehingga tidak ada sekat antara masyarakat dengan pejabat.

Dengan gaya yang khasnya, gubernur dengan ciri rambut putih ini menyapa masyarakat Pemalang. Diawal gubernur menyinggung  tentang Dana Desa. Meminta kepada para Kades untuk tidak usah risau dengan pengawasan yang ada selama kepala desa mampu transparan terhadap penggunaan dana desa tersebut.

Gubernur berkali-kali kali dalam setiap kesempatan dengan masyarakat Pemalang juga mengapresiasi transparansi dana desa yang dilakukan di Kabupaten Pemalang. Dimana sumber dan rencana penggunaan dana desa dipasang secara tranparan dalam bentuk poster yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat dalam bentuk infografis. Disamping itu masyarakat umum juga dapat mengakses transparansi tersebut lewat Website desa maupun sosial media yang ada.

Setelah memberi uraian singkat, maka session ngobrol bareng dengan gubernur Ganjar langsung mendapatkan respon dari peserta. Beberapa pertanyaan, usulan, permohonan bantuan banyak yang terlontar dalam pertemuan ini.

Pertama kali Diono, salah seorang pelaku usaha dari Pulosari mengungkapkan tentang kesulitannya perusahaan pengemasan produk vitanas yang dijalanninya. Diono mengungkap dalam sehari kapasitas produksinya sekitar 600 cup Vitanas (ukuran 100 ml) yang dipasarkan melalui offline. Selama ini dia juga sudah mendapatkan beberapa pelatihan dari beberapa dinas terkait mengenai produksi dan pemasaran produknya. Gubernur sangatlah mendorong usaha Diono ini untuk lebih berkembang dan maju, meminta jajarannya untuk mensuport apa yang dibutuhkan UMKM seperti Diono ini.

Pertanyaan selanjutnya diajukan oleh Mona, salah satu anggota Karangtaruna dari Temanggung menanyakan mengenai brand apa yang cocok agar kopi Temanggung yang bercita rasa khas dan berkualitas ini mampu terkenal. Gubernur mengilustrasikan dalam membangun brand itu tidak serta merta dalam tempo yang singkat dapat terkenal. Perlu upaya upaya yang sungguh-sungguh, terus menerus dan terobosan terobosan baru dalam membangun brand tersebut. Menyinggung malahan kopi gubernur juga mengatakan ” Kopi termahal di seluruh dunia dari Indonesia”

Beberapa pertanyaan dan tanggapan dari gubernur pun silih berganti. Suasana sangatlah hidup dengan beberapa solusi nyang diungkapkan oleh gubernur. Tidak semua permintaan bantuan pun segera di iyakan oleh gubernur. Tetapi dalam sesi penutupan ketika salah seorang penggiat literasi desa mengungkap kesulitan dalam penyediaan buku baca di perpustakaan nyang dia kelola, gubernur berjanji membantu penyediaan beberapa buku.

“Semangat untuk membangun literasi, jangan menyerah.” pesan gubernur Jawa Tengah. (Red.HP/SE)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 3 =