Polsek Pemalang Amankan Milad Muhamadiyah ke 105 di Gedung Dakwah Muhamadiyah Pemalang

0
83

Pemalang, Harian Pemalang – Pengajian Milad Muhammadiyah ke 105 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemalang alamat Jl.Merbabu Kel.Mulyoharjo Pemalang, Minggu (29/10) pukul 07.30 wib adapun jumlah jemaah kurang lebih 1.500 orang, selaku ketua Panitia Drs. H.Nur Hasyim.

Giat tersebut dihadiri oleh  Camat Pemalang Suherman, Lurah Mulyoharjo  Casmuri, Ketua Majelis Kader PP Muhammadiyah H.Muhammad Wiharto, S.Ag, S.Pdi, S.Sy, MA dan Bhabinkamtibmas kel.Mulyoharjo selaku yang mewakili Kapolsek Pemalang.

Dalam Tauziahnya  H.Muhammad Wiharto, S.Ag, S.Pdi, S.Sy, MA (Ketua Majelis Kader PP Muhammadiyah) menyampaikan, Saat ini Muhamadiyah sudah berusia 108 tahun berdasarkan kalender Hijriyah, berdasarkan kalender masehi telah berusia 105 tahun, manfaatkan waktu yang sedikit untuk berorganisasi di Muhamadiyah untuk mengantarkan ke pintu gerbang surga, hanya amalan pribadi yang bisa membuka pintu gerbang surga.”Ucap H.Muhammad Wiharto, S.Ag, S.Pdi, S.Sy, MA

“Bila ingin mendapatkan syafaat Rasulullah maka baca surat Al Imron ayat 31, jangan memelihara jimat agar akidah bersih untuk mendapatkan pertolongan Allah, bersihkan diri dari jimat dan segala sesuatu yang membuat Allah menjadi murka,”Lanjut Ketua Majelis Kader PP Muhammadiyah

“Mari bermuhammadiyah dengan Tauhid yang bersih, bila tidak bersih maka dalam bermuhammadiyah akan ada tarikan duniawi, Mari Berjihad dan bersedekah karena Allah, tidak untuk mendapatkan pujian, Sholat dalam bermuhammadiyah tidak terburu-buru namun Tuma’ninah.”Jelasnya

Muhammadiyah “mengajak kita untuk tertib beribadah, Berbicaralah dengan baik, lebih baik diam agar tidak terjadi fitnah dengan gosip yang tidak baik, Muliakan dan hormati tetangga dengan baik, karena saudara yang paling dekat adalah tetangga, Bila ada rejeki bersedekahlah agar badan kita sehat, agar berkah dan rejeki lancar”.

Dalam tauziah juga disampaikan bahwa Muhammadiyah  mempelopori Sholat di lapangan  bila hujan kembali ke Masjid, memperbolehkan perempuan menjadi pemimpin, Mari bermuhamadiyah dan berasyiah untuk menata hati,”Pungkasnya.(Red.HP/HP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 − two =