Warga Bodeh Blokir Akses Jalan Pengangkut Material Jalan Tol

0
174
Pemalang – Masyarakat kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, Selasa(15/05/2018) memblokir semua akses yang digunakan oleh armada pengangkut material yang digunakan untuk jalan tol sehingga puluhan dumtruck tertahan tertahan.
“Ini adalah tindak lanjut kami bersama masyarakat Kecamatan Bodeh yang melakukan pertemuan yang dihadiri oleh para Kepala Desa, Humas PT SMJ (Damanhuri), PT PBTR( Sartono,  DPU-PR(Yudhi Kuswoyo), dan banyak lagi saksi yang menyaksikan pada tanggal 3 Mei 2018 di Balai Desa Pendowo dan pada waktu itu kami memilih jalan demokrasi, musyawarah untuk mufakat sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan maupun memperjuangkan berbagai ide dan keinginan masyarakat akan kondisi kerusakan infrastruktur jalan dikarenakan dampak proyek jalan tol yang dituangkan dalam selembar kertas surat pernyataan”, kata Andirustono.
Lebih lanjut Andirustono mengatakan,  dalam surat pernyataan tersebut tertulis bahwa pada tanggal 10 Mei 2018 harus ada Progres atau rencana yang jelas terhadap perbaikan jalan Kabupaten
(Comal Bodeh) dan jika sampai batas waktu tidak ada progres jalan akan ditutup dan kenyataan pada hari ini Selasa 15 Mei 2018 sama sekali belum ada tanda-tanda itikad baik adanya perbaikan,”Jangan salahkan kami jika terpaksa melakukan penutupan jalan yang sebenarnya sama sekali bukan maksud yang kami hendaki, tapi pihak SMU,PBTR sudah melukai kami, betapa kami selaku elemen masyarakat sangat memahami akan pembangunan jalan tol yang sedang berlangsung saat ini, dengan
segala pengorbanan akibat dampak pembangunan, jika dengan dalih pembangunan Nasional, perintah bapak Presiden langsung agar Proyek Tol dipercepat agar bisa dipergunakan mudik lebaran dikutip/lansir dari berbagai media nasional mohon dengan segala hormat pihak Pelaksana Proyek(PT PBTR, PT SMJ dan sub-sub
cont nya) memperhatikan, bergerak cepat, dalam hal perbaikan atas kerusakan jalan/infrastruktur terutama jalan-jalan desa yang dilalui angkutan proyek”, Imbuh Andirustonon.
Sementara itu Kusworo, salah seorang warga Desa Muncang yang rumahnya berada tepat dipinggir jalan mengatakan,” tiap hari kami dipaksa menghirup udara berdebu apa bila musim kemarau,  dan apabila hujan jalan depan depan rumah kami seperti sungai tak jarang pengendara sepeda motor jatuh mengalami kecelakaan maupun terjatuh karena lubang”, jelas Kusworo.
Kusworo yang di depan rumahnya dipasangi portal juga mengatakan, ” dengan segala hormat kami tegaskan akan tetap menutup jalan bagi angkutan matrial jalan tol sampai ada perbaikan”, pungkas Kusworo. (J. Lo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 2 =