Ka. Bappeda Pemalang Klarifikasi Terkait Dengan Kabupetan Pemalang Kota Terkumuh

0
1654

<

blockquote>Pemalang – Rabu 16 Mei 2018 pagi hari, masyarakat Kabupaten dibuat terhentak oleh sebuah tulisan di salah satu satu surat kabar dengan judul yang cukup menohok,”Pemalang Kabupaten Paling Kumuh”, se Jawa Tengah. Spontan hari itu beberapa pengguna medsos mem – foto berita tersebut dan dipasang di wall facebooknya dan hasilnya ratusan pengguna fb berkomentar dari yang minir,  nyinyir,  prihatin,  sampai memberikan solusi tidak terhitung banyaknya.

Mendapati hal tersebut Kepala Badan Perencana Daerah (Bapeda)  Kabupaten Pemalang Ir. Sudaryono CES,  ketika diminta konfirmasi pada Kamis (17/05/2018) di kantornya mengatakan,” ya kami sudah membaca berita tersebut di surat kabar cetak dan kami langsung telpon Satuan Kerja  Pengembangan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah (satker PKP Jateng) untuk mengklarifikasi”.

Lebih lanjut Ir. Sudaryono mengatakan data tersebut diambil dari data program Kota Tanpa Kumuh (kotaku) yang anggarannya dari APBN dan sasarannya adalah 11 Kelurahan Kabupaten Pemalang, dan seiring dengan berjalannya waktu teman-teman kepala desa juga mengajukan usulan, “awalnya sesuai dengan program kotaku yang kami data melalui 11 Kelurahan dan data kurang lebih 200ha kawasan kumuh,  namun seiring dengan berjalannya waktu  teman- teman kepala desa juga mengajukan usulan dan kami akomodir sehingga muncul angka cakupan 974ha kawasan yang kumuh dari yang awalnya kurang lebih hanya 200 ha”, papar Kepala  Bapeda jebolan salah satu universitas Prancis.

Sudaryono CES ketika mengklarifikasi ke satker PKP Jateng tetap kekeh dengan data yang dari kelurahan, apa lagi ini namanya program kotaku tentunya hanya di seputar wilayah kelurahan bukan desa, dan perlakuan anggarannya juga berbeda juklak dan juknis merujuk dengan program APBN.

Ketika ditanyakan mengenai kriteria kumuh yang dimaksud dalam program kotaku serta kelurahan mana saja yang sudah melaksakannnya,  Sudaryono CES menjawab  sesuai dengan Permen PU no:  2 tahun 2016 yaitu penyediaan air minum,  bangunan -bangunan,   jalan lingkungan,  drainase,  pengelolaan air limbah,  pengelolaan sampah,  dan pengamanan kebakaran,  sedangkan kelurahan yang sudah menerima manfaat Program Kotaku di Kabupaten Pemalang sudah berjalan seperti di Kelurahan Sugihwaras.

Diakhir wawancaranya Ka. Bapeda Pemalang mengatakan, “dengan kejadian ekspost yang dilakukan oleh satker PKP Jateng, kedepan kami akan rumuskan kembali, sehingga muncul angka yang hanya dari kelurahan bukan dari desa”, pungkas Ir. Sudaryono CES. (J. Lo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − seven =